Anak Jalanan
Tatkala Wajah-wajah itu Berkelebatan
Tatkala Wajah-wajah itu Berkelebatan Yayasan Setara memutuskan untuk menghimpun dan menuliskan dokumentasi perjalanan kegiatan dan program mereka sejak awal. Tidak sekedar dimulai saat secara legal formal didirikan pada tahun 1999, melainkan sejak tahun 1993. Keputusan yang nekat. Bukan apa-apa. Waktu yang tersedia hanya empat bulan. Berarti harus bekerja keras. Pada masa itu, belumlah tumbuh dokumentasi […]
Catatan
Gambar Sebagai Senjata Rakyat Merdeka
”Gambar Sebagai Senjata Rakyat Berjiwa Merdeka” sebuah tajuk pameran, workshop dan diskusi bersama Yayak Kencrit Yatmaka dkk, telah dan tengah berlangsung pada tanggal 18-29 Mei 2013 di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki. Yayak Iskra, Yayak Kencrit, Yayak Yatmaka, Ismaya, demikian panggilan akrab yang dikenal dari sosok yang sama bernama Bambang Adyatmaka. Pria kelahiran Yogyakarta […]
Cerpen
Cerpen: Pemilu Sebentar Lagi
Pemilu masih satu tahun lagi. Gemuruhnya telah dimulai dari sekarang. Setelah KPU memutuskan partai-partai peserta pemilu, bendera-bendera partai mulai menghiasi jalan-jalan. Ada saja, acara yang digelar, agar sah-lah bendera berkibar. Proses pencalonan legislatif berlangsung melalui mekanisme internal setiap partai. Ketidakpuasan atas daftar caleg, tidak semata dipendam dalam hati. Protes, diiringi para pendukungnya, cenderung berakhir dengan pengrusakan. Tidak […]
Eksploitasi Seksual
Mengapa Banyak Anak Memperkosa?
”Mengerikan,” kata istriku di suatu pagi saat diriku menyeruput kopi buatannya yang sudah semakin mantab. Ia memandangi halaman muka koran lokal. Aku menoleh ke arahnya sambil memasukkan kretek ke mulutku, dan menghisapnya perlahan. Asap mengepul. Beruntung tidak tertangkap kamera dan ditayangkan di televisi. Bukan apa-apa. Asap rokok sekarang sudah seperti barang haram yang menakutkan dan […]
Ocehan
Kebebasan Berekspresi Itu Mahal Harganya
Beruntunglah, kehidupan berbangsa dan bernegara ini sudah mengalami banyak perubahan sejak tumbangnya rejim Soeharto yang dianggap mewakili Orde Baru. Muncullah masa yang disebut sebagai masa Reformasi. Perubahan, tentu ada yang mensikapi secara berbeda-beda. Ada yang berubah lebih baik, ada yang lebih buruk, ada pula yang merasa sama saja situasi kehidupannya. Salah satu perubahan yang bisa […]
Perjalanan
Menuju Mbay, Ibukota Nagekeo (4)
Menuju Mbay, Ibukota Nagekeo (4) Tubuh terasa letih. Perjalanan yang panjang. Terlebih lagi sebelum berangkat ke Mbay, saya juga baru mengikuti beberapa kegiatan di kota lain. Setiba di Yogya, malamnya langsung disibukkan dengan acara syukuran menempati rumah yang alhamdullillah dihadiri oleh warga satu RW dan para sahabat. Sekitar pukul 02.00 baru bisa tertidur dan pukul […]
Sosok
Proses Kreatif Endah Raharjo
Pengantar Endah Raharjo, salah satu penulis fiksi dengan karya-karyanya yang memikat rasa para pembacanya. Kisah-kisahnya lekat dengan keseharian, namun melalui imajinasi dan pilihan kata-katanya yang jernih, ia bisa menghanyutkan pembacanya. Sebagai sosok Perempuan yang sudah melewati setengah abad, dengan seabrek pengalaman bekerja pada kelompok-kelompok marginal di Indonesia dan Negara lain, serta pengalaman-pengalaman yang tampaknya tercatat […]
Artikel Lain
Puisi: Menanti Untuk Kembali
Jelang tiga jam menanti Pengumuman dua kali berganti Alasan serupa, kita tahu pasti Tanpa tahu, sesungguhnya yang terjadi : alasan operasional, itu berulang kali Tambolaka belum usai berbenah hingga saat ini Landasan tertidur terhujam sengat matahari Tanpa satu pun pesawat terparkir di sini Para penumpang mencari kesibukan sendiri-sendiri Angin, entah kemana, sengaja bersembunyi Lihatlah pepohonan […]
Puisi: Wajah Tahan Peluru
Muka tembok sudah tak jaman Diobral tak laku di pinggir jalan Orang-orang memang sudah bosan Dicarilah wajah baru nan menawan Sebenarnya sama saja, hanya rupa besutan Sedikit beda, bergaya megapolitan Mahal harga, peduli syetan Tetap saja panjang antrian Ayo, ayo, ayo, segeralah pesan Jangan sampai engkau ketinggalan Harga promo, hanya untuk puluhan Inilah wajah, wajah […]
Membaca Puisi-puisi Wiji Thukul, Melawan Lupa Menjaga Semangat Perlawanan
Malam itu gerimis masih menyapa. Ada ketegangan saat waktu hampir menunjukkan pukul 19.30. Kontak dengan beberapa kawan, semua menyatakan masih dalam perjalanan. Ya, malam itu, 19 Mei 2013, diriku telah menyatakan kesanggupan menjadi salah seorang tuan rumah yang akan disinggahi oleh Susilo Adinegoro, yang tengah melakukan perjalanan keliling kota yang disebutnya sebagai ”Ziarah Kebudayaan”. ”Ini […]
Angger Jati Wijaya: Desimbolisasi Masih Mengancam Para Aktivis
“Kita tentunya teringat pada Muhammad Safrudin atau Udin di wilayah jurnalistik, Marsinah di ranah perburuhan, dan sejumlah aktivis pro demokrasi lainnya yang telah dihilangkan secara paksa yang hingga saat ini tidak diketahui rimbanya, tanpa mendapatkan kepastian berada di mana. Tindakan-tindakan terhadap mereka adalah sebagai upaya de-simbolisasi yang dilakukan oleh rejim penguasa Otoritarian militeristik,” demikian dikatakan […]
Pakdhe Sus Membaca Puisi Wiji Thukul
Minggu (19/5) Susilo Adinegoro, mantan wartawan, seorang aktivis kebudayaan, dan juga seorang aktivis Organisasi Non Pemerintah yang bekerja untuk anak-anak jalanan dan kelompok masyarakat miskin kota di Jakarta, akan hadir membacakan puisi-puisi Wiji Thukul di dua tempat di Yogyakarta. Sekitar pukul 17.00, ia akan tampil di Omah Teh Kalasan, dan malamnya pada pukul 19.30 di […]
Ziarah Kebudayaan, Susilo Adinegoro Membaca Wiji Thukul
Aku diburu pemerintahku sendiri Layaknya aku ini Penderita penyakit berbahaya Aku sekarang buron Tapi jadi buron pemerintah yang lalim Bukanlah cacat Pun senandainya aku dijeblokan Ke dalam penjaranya. … (Wiji Thukul, Aku Diburu Pemerintahku Sendiri) Wiji Thukul, ah, engkau pasti telah mendengar dan barangkali telah mengetahui secara mendalam. Bila belum (tanpa bermaksud promosi), bacalah Majalah […]
Abdul Harris Semendawai: Penindasan Harus Dilawan
”Penindasan harus dilawan. Penindasan akan terus berlangsung bila kita hanya berdiam diri saja. Orang-orang berkuasa dan pemilik modal pasti akan berusaha mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan jalan melakukan penindasan,” demikian dikatakan oleh Abdul Harris Semendawai, Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), setelah selesai membacakan dua buah puisi dalam acara: ”Membaca Puisi membaca Indonesia” yang diselenggarakan oleh […]
Tahu Hak, Jadi Kurang Ajar?
Berbagai komponen, yakni institusi-institusi Negara dan organisasi masyarakat sipil, memiliki peranan penting untuk mempromosikan hak-hak anak ke masyarakat luas, mendorong terbangunnya Perlindungan anak, terjaga dan tidak terlanggarnya hak-hak anak, serta memberikan dukungan agar anak dapat berpartisipasi di dalam upaya menciptakan perubahan terutama yang terkait dengan kehidupan anak-anak. Hal ini berkaitan dengan penghargaan dan upaya pemenuhan […]
Membaca Indonesia dalam Puisi dan Orasi di Rumah Budaya Tembi
Bulan Mei, bagi bangsa Indonesia merupakan bulan bersejarah. Sejarah pencerahan sekaligus juga sejarah kelam. Berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang digagas oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo dan didirikan oleh Dr. Sutomo bersama Gunawan Mangoenkoesoemo dan Soeradji, dinilai menjadi cikal bakal gerakan kemerdekaan Indonesia. Tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. 15 tahun lalu, […]
Puisi: Perang Tak Berkesudahan
PERANG TAK BERKESUDAHAN Perang ini, Sudah ada sejak engkau belum lahir Juga sebelum orangtuamu ada Perang ini, Dulu menggunakan senjata sederhana Berhadap-hadapan dan saling membunuh Perang ini, Semakin canggih saja senjata dipunya Saling mengintai, jarak jauh dan bermain tombol Perang ini, Masih ada hingga sekarang Berlangsung secara terbuka dan diam-diam Orang terluka dan mati tetaplah […]


