Tinggalkan komentar

Puisi: Saat Kehabisan Kata, Aku Berusaha Menyapa

walau huruf belum berubah, seluruh kata yang tercipta, tentu sudah engkau terima. tergantung rangkaian kata, penuh canda, rayu cinta, atau bualan semata. Sungguh, ingin kumenyapa. Membuatmu bahagia. bahagia sesungguhnya. tapi aku kehabisan kata. juga sulit menduga. lantaran kata-kata berhamburan di udara. membentuk dunia, tergantung engkau terka.

percayalah, aku hendak menyapa. apa adanya… y, apa adanya. barangkali kerinduan itu masih tersisa. di tengah kata dalam hutan rimba penuh cahaya. kita tahu banyak pura-pura. tapi kita senantiasa tertawa. seakan dunia indah terasa, sambil tenggelamkan beragam duka.

ahai, wajahpun dapat berganti rupa. apalagi yang berharga dari kata-kata? barangkali, ya, barangkali kita hanya suka mempermainkan saja. berkata, sekedar berkata, tak seirama dengan gejolak jiwa, hingga sulit menerka, bagaimana sesungguhnya rasa.

aku ingin menyapa. aku kehabisan kata. tunggulah, aku akan mencegat lewatnya kata-kata. kusemprot dengan obat hama. kurangkai ia, menjadi apa adanya. kusampaikan padamu sebagai sapa. jawabmu, tentu bukan sekarang, bukan?

Yogyakarta, 15 Januari 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: