Tinggalkan komentar

Puisi Bangun Tidur

tak ubah seperti semalam, letih masih akrab merangkul
paksa mata buka jendela, menyapa: “selamat pagi jelang siang,”
lantas berburu pandang pada potret-potret dan lintasan berjuta kata
memilih nyanyian, pada apa yang disuka, kerap tak tuntas pula

tak ubah seperti kemarin, kemarin, dan kemarinnya lagi
menyimak para ahli nujum yang banyak berserak
dalam kata-kata gaib gossip lingkar istana dan parlemen
juga ruang-ruang privasi para selebriti

berita hari ini adalah tentang entah antah brantah
sama pula seperti kemarin, kemarin dan kemarinnya lagi
di pojokan lorong kecil, mantra-mantra penyejuk jiwa pembuka kesadaran sosial
tentang Kisah rakyat kecil yang terpinggirkan dengan segenap dukanya

Yogyakarta, 17 Januari 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: