Tinggalkan komentar

Menuju Mbay, Ibukota Nagekeo (1)

Menuju Mbay, Ibukota Nagekeo (1)

Mbay Nagekeo

Mbay Nagekeo

 Catatan: Tulisan tetnang perjalanan ini sebenarnya sudah pernah saya posting di salah satu blog jurnalisme warga. Kini saya posting lagi di blog pribadi sebagai bahan dokumentasi, dengan banyak perubahan. Semoga saja, tetap bisa ternikmati.

 __________

 Suatu keberuntungan, ada undangan mengunjungi Pulau Flores lagi. Ini satu wilayah yang menarik menurut saya, terutama keindahan pantai-pantainya. Itulah yang berbekas dalam ingatan, saat mengunjungi Pulau Flores untuk pertama kalinya, yakni ke wilayah bagian Timur, Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Saya membuat dua versi catatan perjalanan ke Larantuka yang saya posting di blog ini dan di Kompasiana.

Kunjungan kali ini adalah ke Kabupaten Nagekeo. Pernah mendengarnya? Bila belum, bisa dimaklumi. Kabupaten ini memang merupakan kabupaten Baru hasil pemekaran dari Kabupaten Ngada yang diputuskan berdasarkan UU No. 2 tahun 2007. Peresmian kabupaten ini dilakukan pada tanggal 22 Mei 2007, oleh pejabat Mendagri Widodo AS.

Saya berangkat dari Yogyakarta pada tanggal 7 Oktober 2011 dengan penerbangan pukul 08.00. Transit sebentar di Denpasar dan berganti pesawat menuju Ende. Sekali lagi transit di Bandara Udara Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (yang juga merupakan kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Sumba Barat).

Ah, ya, Sumba! Terbayang di kepala sabana dan kuda-kuda yang berlarian. Sebenarnya ada undangan pula dari satu organisasi untuk ke Sumba Barat. Sayang, sebenarnya sudah masuk ke dalam jadwal, tapi ketika telah memastikan jadwal, acara di Sumba Barat mengalami perubahan, Waktunya menjadi sama persis dengan jadwal ke Kabupaten Nagekeo. Saya memilih ke Nagekeo lantaran jadwal ini sempat berubah-ubah lantaran permintaan saya sendiri agar tidak berbenturan dengan jadwal lain. Tentang Sumba, saya masih berharap ada kesempatan untuk berkunjung dalam waktu dekat.

Oh, ya, kunjungan ke Nagekeo ini, atas undangan dari Plan Indonesia Program Unit Nagekeo. Ini merupakan salah satu dari sembilan wilayah kerja Plan Indonesia, yang baru sekitar satu tahun beroperasi di kabupaten tersebut.

Acara di sini adalah memfasilitasi pelatihan tentang ”Analisa Situasi Hak Anak” atau ASHA untuk para fasilitator dan dilanjutkan pelatihan serupa untuk anggota tim peneliti ASHA dari empat desa.

ASHA merupakan satu tahapan yang didesain oleh Plan Indonesia dalam kaitan dengan program Community Based Child Protection (CBCP) atau Perlindungan Anak Berbasis Komunitas, yang telah dirintis pada proyek uji coba pada periode 2008-2010 di Tiga wilayah yakni Kabupaten Rembang, kota Besar Surabaya dan Kabupaten Timor Tengah Utara.

Proyek rintisan ini dinilai berhasil dan mampu secara efektif melibatkan kerja kolaboratif antara pemerintah desa dengan berbagai unsur organisasi masyarakat termasuk kelompok anak, untuk bersama-sama membangun sistem perlindungan anak di desa mereka sendiri

Saya merasa beruntung, tatkala program ini akan dikembangkan ke seluruh wilayah kerja, saya mendapatkan kepercayaan untuk mengembangkan ulang desain ASHA agar bisa lebih mudah digunakan. Saat itu, uji-coba dilakukan di Program unit Kebumen. Selanjutnya penyempurnaan-penyempurnaan terus dilakukan.

Ya, untuk kepentingan pelatihan itulah saya berkunjung ke Nagekeo!

(Bersambung)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: