Tinggalkan komentar

Ocehan: Resah Hati

Resah Hati

Terus-terang saya adalah orang bingung. Bahkan mungkin sudah pada taraf linglung. Menyerap dan memilah informasi berkarung-karung, malah membuat saya tercenung. Jujur saja, memang mudah melihat gunung, namun tak kuasa mendaki hingga ke ujung.  Saat berkisah, malah cenderug banyak kabar burung. Bukankah begitu, bung?

Rasanya bagai dewa, tahu segala. Membuka jendela dunia, berselancar dalam maya. Apa saja serba ada, bebas Merdeka tuk merenggutnya. Menyimpan atau langsung saja melepasnya. Otak berpacu kadang bekukan rasa. Menikmati sesat dalam rimbun meme dan kata-kata. Sungguh Merdeka atau malah terpenjara?

Aku di sini. Masih tetap di sini. Menikmati kopi sepanjang hari. Berolahraga hanya gerak jemari. Semakin lincah menari-nari. Otak dan rasa terus berlari, padahal berkubang sepi dalam sendiri. Inilah hidup masa kini. Saat semua bukan sekedar mimpi. Bolehlah engkau merasa geli, tapi semua tampaknya tak mengingkari.

Yogyakarta, 17 Maret 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: