Tinggalkan komentar

Selamat Jalan Mbah Hadi Wahono

Hadi Wahono

Kabar duka tersampaikan melalui telpon dari sahabat Joko Utomo sekitar pukul 07.30, pada hari Selasa, 30 juli 2014. Hadi Wahono atau lebih dikenal oleh kawan-kawan dekatnya dengan panggilan Mbah Hadi, telah berpulang  sekitar pukul 05.30. Innalillahi wa inna ilahi raji’un.

Seorang sahabat, seorang bapak, seorang guru, kembali meninggalkan kita menuju ke alam keabadian.  Duka mendalam bagi kita semua, kendati kita tahu, semua pasti akan berpulang pada waktu yang tidak kita tahu.

Rasanya belum lama kita mendengar tentang kepergian Jodi Wuryantoro, Mansoer Fakih, Fauzi Abdullah, Yoseph Oenarto, Bambang Harry, Amir Husein Daulai, Fritz Pangabean, Budi Astuti Azhar, Ayik Bunyamin,  Din Yati AR,  Angger  Jati Wijaya dan Mulyana W. Kusuma, serta para sahabat dan guru lainnya. Mereka, sebagian dari sosok-sosok yang menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam pergulatan membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik utamanya dapat mengedepankan kepentingan kelompok-kelompok masyarakat terpinggirkan.

Beberapa waktu lalu, selepas pemilu pilpres dan menjelang Hari Raya idul Fitri, tepatnya pada tanggal 19-20 Juli 2014 di Bandungan, para sahabat dan guru yang berhimpun di Perguruan Rakyat Merdeka (PRM), baru saja mengadakan pertemuan. Sayang Mbah Hadi tidak hadir lantaran tidak dapat dikontak melalui sms ataupun telpon.  Jika ia mengetahui adanya pertemuan tersebut, dapat dipastikan, ia tentu akan hadir.

???????????????????????????????Pada pertemuan tersebut, Yayak Yatmaka sempat mengingatkan untuk mengenang dan berdoa bagi para guru PRM, yang telah mendahului kita.

“Termasuk juga Gus Dur, yang hadir dan memberikan orasi pada acara Temu Kebudayaan Nusantara (TKN) PRM tahun 2008,”  sela seorang peserta.

Suasana hening sesaat. Masing-masing terhanyut oleh pikiran dan perasaannya. Bisa sama, bisa pula berbeda. Waktu memang terus berjalan, tanpa mampu kita elakkan.

“Rambut kita juga sudah memutih,” seloroh seseorang pada saat itu, yang disambut tawa, disusul berbagai canda yang kemudian meluncur, tentang usia yang semakin menua. Tawa yang barangkali berkebalikan dengan apa yang terpikir di kepala masing-masing.

Kini, sehari setelah hari Raya Idul Fitri 1435 H, kembali kita kehilangan sosok yang memiliki peranan penting di dalam gerakan pembelaan terhadap rakyat terutama masyarakat-masyarakat korban penggusuran pada era 1970-1980-an.

Hadi Wahono, telah aktif bersama kawan-kawannya di Kelompok Studi Bantuan Hukum (KSBH), yang bergerak pada bantuan hukum struktural. Pendekatan yang digunakan adalah membangun organisasi-organisasi rakyat  yang kuat sebagai media untuk memperjuangkan kepentingan-kepentingannya dan memiliki posisi tawar yang tinggi terhadap kekuasaan. Pemimpin-pemimpin rakyat dilatih  agar memiliki pengetahuan dasar tentang hukum, memiliki kesadaran bahwa hukum belum berpihak pada kepentingan masyarakat bawah, membangun solidaritas sosial dan kemampuan untuk mengorganisir dan mengelola organisasi dengan baik.

“Kita tidak bisa tergantung kepada seorang pimpinan saja. Semua anggota organisasi harus siap menjadi pemimpin, apalagi dalam situasi konflik. Keterbukaan menjadi hal penting agar tidak terjadi kesepakatan tertutup antara pimpinan organisasi dengan pihak musuh. Atau saat para pimpinan mendapatkan ancaman atau intimidasi yang membuat mereka mundur, harus disiapkan pemimpin lainnya,” demikian pernah dikatakan dalam suatu diskusi antara tahun 1988-1999 bersama kelompok masyarakat yang mempertahankan keberadaan umbul yang ada di desa mereka yang akan ditutup untuk kepentingan di luar mereka.

Keluarga Hadi WahonoSaat itu, saya yang kebetulan berkesempatan hadir menyaksikan betapa para pemimpin yang ditunjuk oleh masyarakat sangat yakin diri mampu bertahan dalam perjuangan bersama. Namun tidak berselang lama, sekitar satu minggu, suasana sudah berubah. Para pemimpin menyatakan mereka tidak tahan diteror dan diancam, terutama akan dikeluarkan dari pekerjaan mereka. Mereka tetap akan mendukung perjuangan, namun tidak berada di barisan depan. Mengingat anggota lain juga sudah dipersiapkan, pergantian pimpinan dapat berjalan dengan baik.

Hadi Wahono sangat meyakini bahwa rakyat harus menjadi subyek perubahan atas diri dan masyarakatnya. Rakyat harus berani berada di barisan depan untuk memperjuangkan kepentingannya sendiri. “Kita adalah orang luar. Mereka yang benar-benar paham apa kepentingannya. Jadi, kita hanya sebagai pendukung,” demikian pernah dikatakan.

Pada konflik-konflik yang terjadi antara rakyat dengan kekuasaan, identifikasi kawan-lawan dilakukan bersama, dan saat membangun dukungan dari pihak lain, Hadi Wahono tidak melakukan sendiri melainkan bersama-sama anggota masyarakat. Saat mengunjungi tokoh yang akan dimintakan dukungannya, Hadi Wahono hanya memberikan pengantar, selanjutnya masyarakat sendiri yang melakukan dialog.

Hadi Wahono, sebagaimana dinyatakan dalam status FB Putut Gunawan, memang suka “blusukan”. Ia dikenal sangat suka “blusukan” dari desa ke desa, terutama di kawasan DIY dan jawa Tengah.  Ia melakukan diskusi-diskusi informal dengan para kader dan pemimpin organisasi rakyat tentang perkembangan situasi yang terjadi, mendengarkan keluhan-keluhan rakyat, memberikan motivasi, memberkan masukan-masukan, dan sebagainya.

Perjalanan panjang atas jalan yang dipilih untuk berpihak pada kepentingan rakyat, tidaklah diragukan lagi. Itu telah dibuktikan sejak ia muda hingga akhir hayatnya. Berbagai kasus tanah sangat sering ditanganinya. Beberapa kasus besar diantaranya, Penggusuran lahan masyarakat di seputar Taman Wisata Borobudur dan Prambanan, korban penggusuran Waduk Gadjah Mungkur,dan  kasus Kedung Ombo,

Hadi Wahono, pada usinya yang ke 62 tahun, kini telah tertidur panjang di TPU Bonoloyo Solo. Pemakamannya pada tanggal 31 Juli 2014 diiringi doa-doa para kerabat dan sahabat. Selamat jalan, Mbah Hadi. Tuhan senantiasa bersamamu.

Makam Hadi Wahono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: