Tinggalkan komentar

Sungguh Saya Tidak Tahu

Sungguh Saya Tidak Tahu 

Chimpanzee Resting Chin in HandSungguh saya tidak tahu, sesuatu yang tampaknya terbuka, namun teryakini banyak tersimpan rahasia. Sedemikian “terbuka’ lantas kita menjadi latah, dan umumnya mengikuti  arus yang dinilai “berkebalikan: padahal sesungguhnya arus yang memang dicipta. Tak mengherankan, bila kita kritis terhadap diri sendiri, kita menjadi “plin-plan” pula, menghujat tatkala arus besar menghujat, dan berubah drastic memuja saat semua orang memuja, atau sebaliknya.

Pengalaman kita masing-masing, jika hendak jujur, dalam banyak hal, tampaknya demikian. Hal paling mudah, dan barangkali tidak “menciderai” diri sendiri, adalah persoalan-persoalan social-politik kemasyarakatan yang berkembang saat ini.

Sesungguhnya perang memang sangat terbuka. Membangun opini publik, coretan-coretan dinding media social, bahkan ruang komentar dalam pemberitaan online ataupun pandangan-pandangan dalam blog-blog pribadi, dapat menjadi sarananya.

 “Jangan mau jadi konsumen,” demikian seorang kawan sekaligus guru yang banyak member inspirasi pernah memberi nasehat kepada kami, dalam perbincangan informal, di berbagai kesempatan.   “Tetapkanlah diri kita mau berpijak di mana. Lantas apa yang perlu dibaca. Memang semua hal terasa tampak sangat-sangat menarik, namun sekali tergiur, engkau akan terjerumus di dalamnya.”

Kini, di tengah deras informasi yang barangkali bukan sekedar “banjir” melainkan telah menjadi tsunami, pada setiap detik pekabaran beredar, sebagan membuat geger, dapat benar, dapat pula terbukti kabar bohong,. Itu telah menjadi sejarah dari kehidupan masa kini. Adakah yang mempersoalkan secara serius?  Pengalaman menunjukkan  kita cepat melupakannya sehingga berulang kali kita berada dalam pusaran semacam itu.

Nah, saya merasa semakin tidak tahu. Tidak tahu dan benar-benar tidak tahu. Sumber informasi di luar bidang yang saya geluti, hanya didapat dari pemberitaan, kadang dari gossip-gosip pinggiran jalan, yang kebenarannya adalah “entah”.

Tidaklah mengherankan, saya merasa jadi sangat gagap lantaran ketidak tahuan yang benar-benar tidak tahu. Lantas apa yang dipikirkan? Ah, begitu saja kok repot, ya…

Sekedar Coretan, Semarang 23 Januari 2014

Gambar diambil dari SINI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: