Odi Shalahuddin

(Ocehan) Semakin Lama Semakin Bodoh

Selamat siang para sahabat sekalian. Lama nian saya tak menulis di blog ini. Niat sih ada, tapi saat berhadapan, jemari rasanya sulit untuk menari-nari di atas keyboard. Otak-pun berputar, mencari titik pijakan, dan mencoba fokuskan arah yang hendak dituju. Beragam pilihan, termentahkan oleh keragu-raguan. Lantas. Gagal. Gagal lagi. Apa yang hendak ditulis? Semua sepertinya sudah […]

Belajar dari Tanoker Ledokombo, Kabupaten Jember

Belajar dari Tanoker Ledokombo, Kabupaten Jember

Belajar dari Tanoker Ledokombo, Kabupaten Jember   Senang rasanya mendapatkan kesempatan berkunjung ke Tanoker Ledokombo. Sebenarnya sih yang ngebet banget ingin ke sana adalah istri saya. Saat mendengar kawan-kawan akan berkunjung kesana, tumbuh harapan dapat terlibat juga. Sayang, pada tanggal yang bersamaan dia harus menghadiri acara lain. “Aku yang pingin ke sana, malah dirimu yang […]

Catatan 14 Agustus

Catatan 14 Agustus

Catatan 14 Agustus   Hari ini, 14 Agustus… Tanggal kelahiran orang-orang terdekat. Annisa Shavira Agusti Mardhika, anak pertama saya. Dedy Prasetyo, sahabat yang pernah bekerja bersama dalam program anak jalanan  di Semarang yang kini lebih banyak memasuki dunia bisnis. Dan, Anik Wusari, sosok yang telah menjalani perjalanan panjang dalam dunia NGO, dan memasuki isu-isu “keras”. […]

Memasuki 2016

Memasuki 2016 Ya. Ini waktu. Sudah tahun 2016. Baru saja hiruk pikuk suara petasan dan lukisan-lukisan “kembang api” dalam beragam bentuk menghiasi langit di berbagai sudut ruang. Kini kembali senyap. Hanya sesekali masih terdengar letusan. Saat mengambil jimpitan, rumah-rumah kembali sudah tertutup. Jelang dan saat ganti tahun yang beberapa menit berlalu,  sebagian besar orang, termasuk […]

Masih Menulis?

Masih Menulis? Kesekian kali, aku masih meyakini, bahwa menulis adalah soal kebiasaan. Menulis itu gampang, sebab peristiwa sehari-hari yang dilihat dan dialami, dapat menjadi sumber tulisan yang tiada habis-habisnya. Tinggal bagaimana kita dapat memaknakannya. Pemaknaan menjadi faktor yang sangat penting. Sesuatu akan bermakna, jika kita memang memaknakannya, bukan? Walaupun keyakinan di atas masih ada dan […]

Selamat Tahun Baru 2016

Selamat Tahun Baru 2016 Saat kumulai tulisan ini, kurang lebih satu jam mendekati pergantian tahun. Suara petasan sudah berkali-kali terdengar dari berbagai tempat, yang hinggap ke telingaku, yang tengah sendirian di rumah. Ya, hari ini, aku memilih tidak kemana-mana. Anak-anak dan istriku masing-masing sudah memiliki agenda sendiri menikmati perayaan pergantian tahun. Dapatlah kubayangkan keramaian di […]

Peringatan Hari Anak Internasional di Semarang: Wujudkan Sekolah dan Dunia Ramah Anak, Tanpa Kekerasan!

Peringatan Hari Anak Internasional di Semarang: Wujudkan Sekolah dan Dunia Ramah Anak, Tanpa Kekerasan!

“Berbagai kasus kekerasan yang menimpa anak, baik yang dilakukan oleh orang dewasa maupun oleh anak sendiri, semakin mengemuka dan menimbulkan keprihatinan berbagai pihak. Bahkan ada yang menyatakan, Indonesia darurat kekerasan terhadap anak!” demikain dikatakan oleh Hening Budiyawati, pengurus Yayasan Setara Semarang. Lebih lanjut dikatakannya bahwa isu kekerasan telah menjadi perhatian Yayasan Setara, yang telah berkiprah […]

Aku di Sini

Aku di sini. Ya, aku masih di sini. Di sini, seolah-olah menghadapi situasi dengan perasaan yang sama. Kendati tersadar banyak hal yang berbeda. Ya, kesombongan atau justru menunjukkan kebodohan? Barangkali. Atau memang pasti! Sosok yang menua. Saat dunia justru bergairah dengan irama waktu dan jarak tanpa batas. Masa lalu, dihidup-hidupkan untuk menghibur diri, bahwa telah […]

Puisi: Dunia Rupa-rupa

DUNIA RUPA-RUPA melesat jauh tanpa batas dunia dalam genggam sepanjang langkah segala ruang kamar tidur hingga wc pikir mengembara bermain kata bermain angka bermain pura-pura penuh canda penuh luka penuh warna jempol jawabnya d imana kau kini? di sini entah asing terasa Sidikan, 16 Mei 2015

Puisi: Sejuta Wajah di Jalanan

kulihat sejuta wajah-mu di jalan-jalan dengan slogan teramat manis, sulit teruji menghampar panjang pedihkan mata, mengoyak otak ah, engkau kembali menyapa, mengapa tunggu lima tahun? kemana saja dirimu selama ini, baru tersibuk “blusukan” oh, ya, kudengar pula kabar, engkau masih manis duduk di rumah menunggu laporan “pemanis” setelahnya tebarkan uang lantaran takut tertagih janji-janji lalu […]

Ocehan: Resah Hati

Resah Hati Terus-terang saya adalah orang bingung. Bahkan mungkin sudah pada taraf linglung. Menyerap dan memilah informasi berkarung-karung, malah membuat saya tercenung. Jujur saja, memang mudah melihat gunung, namun tak kuasa mendaki hingga ke ujung.  Saat berkisah, malah cenderug banyak kabar burung. Bukankah begitu, bung? Rasanya bagai dewa, tahu segala. Membuka jendela dunia, berselancar dalam […]

Puisi: Jika Engkau Memiliki Resah, Berbahagialah

Jika Engkau Memiliki Resah, Berbahagialah  soal kehidupan berbangsa dan bernegara bukanlah permainan, lantaran di dalamnya ada jutaan jiwa nafsu kuasa yang membabi-buta, tentu saja hal nyata sumber merajanya sang angkara, pengundang duka tak usahlah menghibur hati menganggap sebagai dinamika kendati kita tahu, hidup selalu bermuka dua bukankah manusia sang maha sempurna ? selalu menjadi pencari […]

Puisi: Ocehan Dini Hari

Bertanyalah aku pada diri sendiri, saat berjuta prasangka muncul di kepala, dan segenap sorak sorai rasa, saat orang-orang menguliti dengan pisau-pisau tumpul seraya tertawa, lalu aku ikut larut dalam meriahnya pesta, yang tiada henti, terus dihadirkan dalam ragam tema. Merasa berada dalam barisan kebenaran yang menemukan para pendosa. Bertanyalah aku pada diri sendiri, yang seakan […]

Puisi Bangun Tidur

tak ubah seperti semalam, letih masih akrab merangkul paksa mata buka jendela, menyapa: “selamat pagi jelang siang,” lantas berburu pandang pada potret-potret dan lintasan berjuta kata memilih nyanyian, pada apa yang disuka, kerap tak tuntas pula tak ubah seperti kemarin, kemarin, dan kemarinnya lagi menyimak para ahli nujum yang banyak berserak dalam kata-kata gaib gossip […]

Puisi: Dik, Mari Dik…

Dik, mari Dik, mari ke mari, duduk di teras nikmati malam walau tiada gemintang, namun tetap tersapa belaian angin, lambai samar dahan-dahan bukan dari rimbun pepohonan, serta nyanyian para tikus yang tak takut lagi tertangkap basah mata kita, namun semua, irama alam yang lekat dengan kita dan barangkali lama terabaikan. Memang, masih tersisa kenangan, indahnya […]

Puisi: Hidup Memang Bukan Hitam Putih

saat hitam tidak lagi selalu hitam putih-pun tak lagi berarti benderang hitam menyaru putih putih menyelusup ke hitam aneka warna bermain dalam keduanya pencari surga-pun kerap terjebak dalam kubangan pertarungan bukan lagi tentang putih dan hitam tak jelas pula jejak abu-abu sang petualang ringan pengkhianatan kisah indahnya sorga dan kengerian siksa neraka gagap pula ditempatkan […]

Puisi: Basa-basi Siang

jika engkau bilang aku tengah gundah, kupikir itu tak masalah, sejauh tak membuat mati langkah, tetap teguh meniti kehidupan sesuai arah, dalam obsesi mencipta sejarah memang, aku bukan siapa-siapa, membangun dan wujudkan mimpi tiadalah berdosa, maka dengan segenap keyakinan mencapai asa, tentu bukan hal yang sia-sia pada resah, masih tertawa, bagai bocah, nikmati permainannya. hidup […]

Puisi: Saat Kehabisan Kata, Aku Berusaha Menyapa

walau huruf belum berubah, seluruh kata yang tercipta, tentu sudah engkau terima. tergantung rangkaian kata, penuh canda, rayu cinta, atau bualan semata. Sungguh, ingin kumenyapa. Membuatmu bahagia. bahagia sesungguhnya. tapi aku kehabisan kata. juga sulit menduga. lantaran kata-kata berhamburan di udara. membentuk dunia, tergantung engkau terka. percayalah, aku hendak menyapa. apa adanya… y, apa adanya. […]

Puisi: Letihku Telah Diterkam

Letihku tak mampu antarkan tubuh ini untuk istirahat, berebah, pejamkam mata dan larut dalam pulasnya dunia lain. Letihku, tetap membuka jendela-jendela dengan berjuta pemandangan, kerap tak tahu lagi alami atau polesan. Saksikan orang-orang sibuk dengan banyak waktu yang terbuang dalam pergulatan maya. Menjadikannya kehidupan nyata. Tentulah tak terpungkiri lagi. Letihku tak mampu hentikan jemari bermain, […]

Puisi: Pada Setiap Peristiwa

  Pada setiap peristiwa Suka Duka Terselip makna Merugilah jika mengabaikannya Tak mengapa jika engkau menangis atau tertawa Tak berlebihan hendaknya, agar tak terlupa Suka-duka adalah dinamika Berada pada arusnya kita ditempa Ketahanan yang terjaga Menjadikan perkasa Sebagai manusia Merdeka Pada setiap peristiwa Sering topeng terbuka Tinggal bagaimana mensikapinya! 7-10 Januari 2015

Lagu-Lagu Rakyat Merdeka

Lagu-Lagu Rakyat Merdeka

Masih soal lagu. Setelah memposting tulisan tentang lagu-lagu anak Merdeka dan lagu anak jalanan Semarang, kini saya mau menuliskan tentang lagu Rakyat Merdeka. Jika lagu Anak Merdeka ditujukan kepada anak-anak dengan focus sebagai media pendidikan, maka lagu Rakyat Merdeka digunakan untuk membangun semangat kebersamaan orang/kelompok/komunitas atau organisasi rakyat dalam barisan perlawanan terhadap kekuasaan yang menindas. […]

Menyimak Sejarah dalam Lagu Anak-anak Jalanan Semarang

Menyimak Sejarah dalam Lagu Anak-anak Jalanan Semarang

Lagu-lagu dari Malaysia yang tengah menjadi booming di Indonesia pada pertengahan tahun 1990-an semacam “Isabela” dari Ami Search, “Mencari Alasan” dari Exist, “Suci dalam Debu” dari Iklim, menjadi lagu yang menjadi andalan para pengamen di Semarang. Saat itu, diriku yang tengah membantu seorang kawan (Winarso, seorang pekerja sosial yang bekerja secara individual) untuk mengembangkan kelompok […]

Menikmati Lagu-lagu Anak Merdeka

Menikmati Lagu-lagu Anak Merdeka

Satu mingguan barangkali, di tengah kesibukan rutin, saya terasyik mencari, mendengarkan dan kemudian memposting lagu-lagu yang diciptakan oleh kawan-kawan. Sebenarnya, beberapa tahun lalu saya sempat menghimpun dan memposting ratusan lagu tersebut di salah satu website yang kemudian diakuisisi oleh site lain. Sayangnya, pada saat itu, ada pembatasan jumlah lagu yang dapat diposting sehingga hilanglah hampir […]

Puisi: Bencana Bukan Canda

Bencana Bukan Canda Memang, Tak selalu setiap bencana disikapi dengan duka Namun kejilah jika engkau menjadikannya canda jika memunculkan berjuta prasangka beropini tanpa beberkan fakta lantas berlindung dibalik jubah merdeka itu pengkhianatan namanya Memang, Bencana terlahir dari irama alam Juga dapat terlahir akibat ulah manusia Atau kombinasi keduanya Kerugian bukan materi semata Melainkan menyangkut nyawa […]

Puisi: Saat Resah

Meremas malam nan genit dalam ayunan gemintang terdengar bisikan renyah “marilah sini saudaraku,” Engkaukah itu? Sang pengusir resah? Gelap, tanpa tanda baca Angin menyentil telinga Ahai, hendak kemana? Sayup dan riuh berbaur Tak mungkin jatuh tertidur Apalagi hingga mendengkur Ya, ya, ya Saat tersesat tak terpahami Rindu cahaya, kehilangan api “ayo, marilah sini, saudaraku,” Tubuh […]

Puisi: Tanah Adalah Nyawa

Jika tanah adalah kehidupan, Maka tanah adalah nyawa Direnggut berarti pembunuhan terencana Namun mengapa terbangun peta-peta? Kongkalikong penguasa dan pengusaha Kerap abai dengan manusia di dalamnya Negara terbangun menuju sejahtera Tentu untuk semua Jika segelintir saja yang menikmatinya Maka itu berarti bencana Jika warga bertanya senjatanya memang hanya suara Beda pandang harusnya tak mengapa Namun […]

BSW Adji Koesoemo, Aktivis Lingkungan dan HAM yang Dikriminalisasikan

BSW Adji Koesoemo, Aktivis Lingkungan dan HAM yang Dikriminalisasikan

Bung AK, panggilan akrab dari sebagian kawannya kepada BSW Adji Koesoemo, yang kini tengah menjalani proses persidangan di PN Sleman, DIY, dijerat dengan pasal 170 ayat 2 ke-1 KUHP, atau pasal 406 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP tentang perusakan. Kasus ini bermula dari berlangsungnya aksi warga Karang Wuni, Jalan kaliurang, Sleman […]