Tinggalkan komentar

Menuju Mbay, Ibukota Nagekeo (3)

Menuju Mbay, Ibukota Nagekeo (3)

Salah satu pemandangan yang terlihat saat menyusuri jalan dari Ende ke Mbay

Salah satu pemandangan yang terlihat saat menyusuri jalan dari Ende ke Mbay

Keluar dari jalan Bandara, kami berbelok ke arah kiri, melewati wilayah perkotaan, lalu menyusuri Pantai Selatan pulau Flores dengan tebing-tebing di bagian kanan. Pemandangan yang indah untuk dinikmati kala senja, bercampur kengerian melintasi jalan yang sempit, lantaran masih ada perbaikan jalan, penuh dengan kelokan-kelokan tajam, dengan jurang-jurang yang seringkali tanpa pengamanan atau tanpa pembatas dan tanda. Sang sopir tampaknya sudah terbiasa, melarikan mobil dengan kencang, sedang diri merasa menjadi semakin tegang.

”Kalau tidak biasa, memang bahaya. Pernah ada mobil yang melaju lurus dan jatuh ke jurang itu,” kata sang sopir menunjuk ke depan, pada sebuah kelokan tajam. Hm….. Memang mengerikan bila membayangkannya.

”Tapi lumayan, jalannya bagus,” kataku.

”Oh, nanti, setelah memasuki Negekeo, kita akan melewati jalan yang buruk sekali. Pembangunan jalan tidak pernah selesai,”

Jalan dalam perbaikan

Jalan dalam perbaikan

Benar yang dikatakan oleh sang sopir. Jalan buruk, tengah ada pembangunan jalan. Material bertumpuk di kiri-kanan, mempersempit ruas jalan. ”Sudah bertahun-tahun tidak selesai,” kata sang sopir menjelaskan.

Pada sebuah tikungan, sempat kulihat ada tulisan besar yang menyolok dengan pilox hitam: Kapan Pembangunan jalan Selesai? Di bawah ada jawaban dengan pilox berwarna hijau: Besok. Ah, saat pulang ada rencana untuk memfoto tulisan itu (sayang saat pulang, tulisan sudah mengabur, atau ada upaya penghapusan)

Setelah menyusuri pantai, jalan berubah menjadi menyusuri wilayah perbukitan. Banyak pohon kemiri. Jalan mulai menurun dan berkelok.

”Sampai di Mbay, jalan menurun terus,” kata sang sopir. ”Nah, itu, yang tampak lampu-lampu adalah kota Mbay. Masih sekitar satu jam perjalanan, barulah kita sampai sana”

Ya, gelap mulai merambat, menghambat laju cahaya matahari yang perlahan tenggelam. Dari ketinggian, memang terlihat hamparan lampu-lampu.

”Mbay, daerah subur di Flores. Daerah datarnya juga luas. Menjadi penghasil beras. Air tidak masalah, ada satu bendungan di sini, dan akan dibangun satu bendungan lagi,” kata sang Sopir yang tiada henti sejak dari Ende mencumbui batangan rokok.

Akhirnya sampai pula di Mbay. Ibukota yang tidak terlihat ramai. Masih terlihat padat dan ramai kawasan pedesaan di Jawa. Rumah-rumah di tengah kota, tidak terlihat mentereng. Bahkan gedung DPRD, seperti sekolah, hanya dengan beberapa kelas, halaman yang lumayan luas, dengan pagar bambu yang mengitari. Wah, benar-benar gedung rakyat yang tidak garang. Bisa merakyat, dan mudah diakses siapa saja.

”Itu cuma sementara, tadi kita melewati wilayah yang akan dijadikan sebagai pusat perkantoran. Kantor Gubernur, kantor DPRD dan kantor-kantor pemerintahan,”

Oh….

Masuk di sebuah hotel. Salah satu dari dua hotel yang ada di Mbay. Hotel Sinar Kasih. Memasuki pekarangan, di sisi kiri adalah kamar-kamar dan di sebelah kanan adalah restaurant. Di depan lobby, baru terlihat ada halaman lainnya di sebelah timur. Pada bagian selatan dan Timur, kamar-kamar satu lantai. Sedangkan di bagian utara, bangunan berlantai tiga.

Seorang bapak setengah tua yang berjaga, menyambut ramah. Ketika menyebutkan nama, segera tanggap, memberikan kunci dan menunjukkan kamar. Sang sopir segera pergi setelah menurunkan dua tas. Masuk kamar, aku segera mengontak kawan, mengabarkan telah tiba di Mbay. ”Tunggu ya, nanti aku antar ke rumah makan,”

Berbasuh muka, masih terasa hawa panas, kendati AC telah menyala. Tidak lama seorang kawan datang, bersapa sebentar, lalu mengajak ke rumah makan. ”Ini rumah makan terenak. Menu utamanya ikan,”

Wah, memang terasa lapar sekali. Bisa habis melebihi kebiasaan. Sambil makan, kami berdiskusi tentang rencana agenda selama saya di Mbay. Lumayan, sembilan hari totalnya dengan menghitung juga waktu perjalanan.

”Besok pagi saya jemput ya,” kata kawan setelah mengantarkan kembali ke hotel.

 (bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: