Tinggalkan komentar

Waspadalah Hidup di Jaman Sekarang

social media bijak berjejaring sosial

Hidup di jaman sekarang, memang harus pintar-pintar menjaga diri. Lantaran kebebasan untuk ber-apa saja, dapat membuat terlena. Terlebih ruang-ruang mengekspresikan diri, utamanya dalam berbagai media sosial yang tersedia, memancing keasyikan tersendiri untuk mengungkapkan pandangan-pandanganmu, churhat-curhatanmu, beragam dan gayamu dalam pose foto atau film.

Kita kerap terlupa, bahwa ruang publik ini seolah-olah kita perlakukan sebagai “ruang pribadi” . “Rumah-rumahku sendiri, bebas saja bagiku untuk mengisi apa saja,” demikian pernyataan yang kerap terlontar, saat seseorang merasa terusik tatkala ada kawan atau orang lain yang mengingatkan tentang pernyataan atau foto atau film yang diunggahnya.

“Jangan mengotori rumah orang,” demikian pula tertulis dari pemilik akun atas komentar dari orang lain yang kurang berkenan baginya.

Ya, ya, ya engkau memang bebas untuk ber-apa saja, tetapi tersadarilah berjuta pasang mata dimungkinkan menyaksikan apa-apa yang kau lakukan. Mereka, bahkan orang yang sama sekali tidak engkau kenal, dapat berbagi apa-apa yang menjadi milikmu.

Maka, jangan pula engkau terkejut, lantaran misalnya pernyataanmu, yang engkau anggap bersifat sangat pribadi, namun mampu menyinggung orang-orang yang sekali lagi bahkan tidak engkau kenal, memberikan reaksi yang sama sekali tidak engkau duga.

 Kasus yang dapat menggambarkan ini, yang tengah marak menjadi pembicaraan di se-antero Indonesia Raya, dengan trending topik yang mendunia, Florence Sihombing.

Barangkali ia memang curhat, meluapkan emosinya atas peristiwa yang menurutnya melukai harga dirinya lantaran ditolak untuk mengisi bensin pertamax untuk motornya, di barisan antrian mobil. Ia menghindari antrian  ratusan motor yang barangkali menunggu ber-jam-jam lamanya. Ia barangkali tidak tahu atau tidak peduli, bahwa saat kejadian yang menimpanya, tengah ada kelangkaan BBM, dan antrian panjang sepanjang hari tengah terjadi hanya untuk mendapatkan bensin. Saat ia menyerobot ke barisan mobil, ratusan orang yang tengah mengantri telah menyoraki tindakannya. Wartawan mengabadikan ke dalam foto. Ada pula yang mengabadikannya lewat film.

Persoalan barangkali telah selesai bersamaan dengan usainya peristiwa. Namun, ia menumpahkan curhatannya dan  menyasar ke pihak yang lebih luas: Jogja miskin, tolol, dan tak berbudaya. Teman-teman Jakarta-Bandung jangan mau tinggal Jogja,”demikian tulisnya  d, i akun Path.

 Tersebarlah apa yang ditulisnya ke berbagai media sosial lain. Apalagi ia juga memberikan komentar untuk menanggapi rekannya: “orang Jogja Bangsat….

Hanya dalam hitungan tak lebih dari 24 jam, serangan datang bertubi-tubi. Ada aksi jalanan menentang pernyataannya. Ada sekelompok orang melaporkan ke kepolisian, yang kemudian menanggapi, dan terakhir tersiar kabar dilakukan penahanan terhadap dirinya. Selain itu foto dan film peristiwa-pun kemudian bermunculan. Ditambah lagi dengan “kreativitas” orang-orang yang memainkan foto-fotonya

Memang ada pro-kontra. Ada pihak yang menggalang dukungan untuk mengusir Florence. Ada pihak lain yang menggalang dukungan untuk membebaskan Florence. Dukungan yang dibangun melalui pembuatan halaman di Facebook misalnya. Dan kita saksikan, di masing-masing halaman, beragam komentar saling serang dengan hujatan kasar bermunculan.

 Ya, kita memang harus berwaspada hidup di jaman ini. Selain kita merasa bebas untuk berbuat apa saja, orang lain juga dapat berpikir serupa. Sehingga sikap bijak juga menjadi tuntutan. Hal ini mengingat masing-masing orang sekarang dapat mengawasi dan memberikan penilaian terhadap orang lain secara cepat, dan tersebar luas melalui berbagai media sosial.

Apapun jalan yang engkau pilih, tentunya engkau sudah memperhitungkan segala resikonya, bukan?

Yogyakarta, 1 september 2014

Sumber gambar dari SINI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: