Penulisan

Mau Menulis Tentang Apa Ya?

Mau Menulis Tentang Apa Ya?

Beberapa tahun belakangan, saat jiwa tengah dilecut oleh semangat untuk menulis, menulis apa saja yang dapat ditulis, ide terasa mengalir dengan deras, jemari-pun asyik bermain-main. Tanpa ragu, menulis sekali jadi, langsung posting, dan terasa ada kepuasan. Kepuasan bisa menulis. Tapi, setahun belakangan, walau semangat untuk menulis masih tinggi, tapi pikiran dan jemari tak mau bekerjasama. […]

Betapa Tersiksa Tidak Dapat Menulis

Betapa Tersiksa Tidak Dapat Menulis

Sungguh menyiksa, saat di kepala banyak yang dapat ditumpahkan, tetapi jemari malas sekali memainkan keyboard, melukis huruf-huruf menjelma kata, kalimat, dan alenia sehingga terbangun sosok wajah, bernama tulisan. Hanya mendekam di kepala membatu. Rasa semakin menjerit saja. Memaksa, jemari tetap terkulai tanpa daya. Mata nanar, ke dinding putih yang masih kosong. Memancing, membaca berita-berita hari […]

Menulis, Percayalah Dirimu Tiada Merugi

Menulis, Percayalah Dirimu Tiada Merugi

Bersyukurlah bahwa engkau dikaruniai kemampuan untuk menuliskan apa yang engkau lihat, rasakan, dan pikirkan. Goresan tulisan bersifat personal, belum tentu tidak berguna bagi para pembaca. Siapa tahu, bisa terinspirasi dari pengalaman pribadimu. Apalagi, bila engkau memberikan kabar, tentang sesuatu yang ada di sekelilingmu, sehingga peristiwa memiliki arti tersendiri. Juga pandangan-pandanganmu yang boleh jadi meresap, menginspirasi, […]

Menulis Tak Perlu Ragu, Terpenting Apa yang Kau Mau

Menulis Tak Perlu Ragu, Terpenting Apa yang Kau Mau

Ada berbagai alasan dan motif dari seseorang untuk menuangkan “sesuatu” menjadi tulisan. Sesuatu yang dilihat, dirasakan, dipikirkan atau berkelebat dalam imajinasi, ataupun obrolan dan wawancara dengan orang lain menjadi bahan untuk dituangkan ke dalam tulisan. Jenis tulisan bisa beragam pula.Adayang menuangkan sebagai catatan, ocehan, berita atau reportase atau juga dalam bentuk karya fiksi seperti puisi, […]

Menulis, Tak Mungkin Tak Berguna

Menulis, Tak Mungkin Tak Berguna

Saya menulis. Menulis apa yang hendak saya tulis. Beruntung saya berkenalan dengan Kompasiana, menyimak, lalu terlibat, serta berinteraksi dengan para kompasianer. Proses ini seakan memberi energi dan gairah untuk aktif menulis. Menulis di blog berbeda dengan menulis artikel. Saya banyak belajar dan diingatkan antara lain oleh Bung Katedra untuk tidak menulis dalam alenia-alenia yang panjang. […]

Ketika Saya Merasa Gagal

Ketika Saya Merasa Gagal

KETIKA SAYA MERASA GAGAL Dua tahun belakangan, secara jujur saya merasakan kehilangan fokus. Banyak pekerjaan terbengkalai atau penyelesaian yang berlarut-larut. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap teman-teman satu tim atau mitra kerja yang saya kira “terpaksa” menahan kejengkelan Keterlambatan demi keterlambatan penyelesaian pekerjaan seakan terus berulang. Secara nyata, saya sadar akan situasi yang bisa mempersulit […]

Kebahagiaan Seorang Penulis

Kebahagiaan Seorang Penulis

KEBAHAGIAAN SEORANG PENULIS Secara sederhana, pengertian penulis yang digunakan dalam tulisan ini adalah seseorang yang menghasilkan tulisan. Tulisan yang dihasilkan dan dipublikasikan, tidak memperhitungkan apakah berada di media komersial dan karenanya mendapatkan imbalan ataupun  berada di jejaring sosial, blog pribadi atau jurnalisme warga, tanpa ada imbalan materi. Intinya ada tulisan yang dihasilkan. Melalui pengertian semacam […]

Banyak yang Mau Ditulis, Tapi Tak Ada yang Tertulis

Banyak yang Mau Ditulis, Tapi Tak Ada yang Tertulis

Banyak yang Mau Ditulis, Tapi Tak Ada yang Tertulis  Bisa terhitung dengan jari, memasuki tahun 2012 ini, tak lebih dari hitungan sepuluh tulisan yang berhasil dibuat. Padahal ada berbagai ide dan peristiwa yang seharusnya bisa ditulis. Entah mengapa, rasanya malas sekali.   Kasus AAL, anak yang berkonflik dengan hukum (AKH), yang dikenal dengan kasus sendal jepit-nya, […]

Pengalaman Menulis Horor dalam Mirror

Pengalaman Menulis Horor dalam Mirror Terus terang, sudah lama sekali saya tidak pernah membaca karya horor. Berbeda ketika pada akhir tahun 1970-an hingga awal 1980-an saat saya masih SD dan SMP. Saya kira, kisah-kisah horror menjadi salah satu bacaaan yang paling saya suka (Selain cerita silat dan buku-buku sastra). Abdullah Harahap tentulah satu nama penulis […]

Menulis, yang Penting Hati Senang

Menulis, yang Penting Hati Senang (Odi Shalahuddin)      Menulis di Kompasiana memang mengasyikkan. Tentang hal ini, ada berbagai tulisan yang pernah saya buat (walaupun sudah banyak yang saya hapus dan saya pindahkan ke blog pribadi dengan kategori “Seputar Kompasiana”). Tulisan-tulisan itu mengenai gairah menulis yang terbangkitkan, dinamika yang berlangsung antar kompasianer, hingga kritik dan […]

Teruslah Menulis Menjadikan Catatan Sejarah

Teruslah Menulis MENJADIKAN Catatan SEJARAH (Odi Shalahuddin)  Sekali Lagi, Menulislah Untuk kesekian kali, saya harus menyatakan keyakinan bahwa menulis adalah soal kebiasaan. Sesuatu yang menjadi kebiasaan, kecenderungannya akan mengalir begitu saja, kadang tanpa kita sadari. Bila anda pengendara sepeda atau sepeda motor, cobalah anda ingat ketika anda mengayuh atau melaju dari rumah ke sekolah atau […]

Saya Tidak Percaya dengan Tips Penulisan

Odi Shalahuddin Media online, memiliki karakteristik yang sama sekali berbeda dengan media cetak.  Saya kira, berdasarkan pengamatan dengan keterbatasan yang saya miliki, sehingga penilaian menjadi bersifat obyektif,  sampai saat ini tampaknya belum ada yang merumuskan tips-tips penulisan di media online secara sistematis. Berbagai tips-tips yang banyak terposting di kompasiana, menurut saya lebih banyak tips penulisan […]

Mencurigai Diri Sendiri

Odi Shalahuddin  Saya putuskan untuk berhenti menulis dulu. Saya harus meyakinkan diri dan mengetahui persis, apa sebenarnya yang ada dalam diri sendiri. Saya melihat ada perkembangan yang tidak beres. Saya harus mencurigai. Saya harus melakukan investigasi. Saya harus mendapatkan data dan informasi yang valid agar keputusan bisa tepat. Satu-satunya jalan adalah berhenti menulis dulu. Buat […]

Saya itu Penulis Pemalas

Odi Shalahuddin  Sebagai orang yang senang menulis, saya itu pemalas. Saya cuma bisa curhat. Bercerita tentang apa yang dialami, dirasakan dan dipikirkan. Lalu ditulis. Mengalir saja. Ketika merasa selesai, ya sudah. Lalu posting. Lalu menulis lagi. Begitu, biasanya.  Saya menyadari bahwa kebiasaan itu jelek. Tapi lantaran sebagai pemalas, saya tetap membiarkan kebiasaan jelek itu terus […]

Saya Menulis, Kritiklah Tulisan Saya

Odi Shalahuddin Saya menulis. Menulislah. Menulis apa yang hendak saya tulis. Tentu saja saya sadar bahwa setiap menulis, selalu tidak pernah berada dalam ruang kosong. Ketika kata-kata muncrat dari benak, dan tertangkap, lalu jemari menuangkannya membentuk kata, membentuk kalimat, membentuk satu tulisan, maka sadar atau tidak sadar, ada referensi yang menyelinap.  Kadang saya menulis untuk […]

Mau Menulis

Odi Shalahuddin “Kamu kok nulis terus sih? Mau buat buku ya?” “Enggak” “Alah, ngaku ajalah. Jujur gak dosa kok. Siapa tahu nanti bisa Bantu,” “Beneran. Enggak. Cuma lagi senang menulis saja,” “Lalu buat apa kamu menulis?” ”Ya, karena suka,” “Masak hanya suka menulis, lalu menulis terus,” ”Beneran kok. Kenapa sih kamu hanya berprasangka,” ”Bukan, cuma […]

Kepentingan dan Obsesi Saya dalam Menulis

 Odi Shalahuddin Saya itu adalah seorang pembohong. Saya bilang saya menulis tanpa kepentingan. Padahal nyatanya di dalam hati dan kepala, beragam kepentingan beterbangan. Kepentingan yang paling sederhana adalah saya bisa menyelesaikan suatu tulisan. Tulisan yang utuh. Tapi inipun sering teringkari oleh ketidaksabaran. Berbagai tulisan dipaksakan untuk “menjadi” padahal dia baru sebagai tumpahan ekspresi ataupun gagasan. […]

Buat apa Menulis?

Odi Shalahuddin Bila engkau tanya kepada saya saat ini, sungguh, dengan sangat jujur saya akan menjawabnya, tanpa bermaksud mengada-ada,  bahwa saya sudah tidak tahu lagi, buat apa saya menulis. Dengan jujur pula akan saya sampaikan bahwa akan terjadi penderitaan dalam diri saya bila sehari saja tidak menulis. Menulis, sudah seperti rokok dan kopi yang lekat […]

Mengapa Saya Menulis Fiksi ?

Mengapa Saya Menulis Fiksi ?

Odi Shalahuddin Mengapa saya menulis fiksi? Bila itu ditanyakan kepada saya, agak susah bagi saya untuk menjawabnya, walau banyak kata untuk menyatakannya. Tapi, terus terang pada saat ini saya terus berusaha membangkitkan kecintaan terhadap fiksi. Apalagi sejak SD saya suka menulis yang saya sebut sebagai puisi. Kemudian berkembang pada penulisan cerita pendek. Maksud hati ingin […]

Mogok Nulis

Apabila seluruh orang, di Indonesia misalnya, mogok nulis satu hari saja, apakah yang akan terjadi? Saya kira bukan sekedar tidak terbitnya Surat Kabar Harian dan bukan sekedar kosongnya tulisan baru dan komentar dari berbagai situs jejaring sosial atau blog jurnalisme warga seperti Kompasiana. Tentu ada pengaruh atau dampak yang besar terhadap kehidupan kita. Menurutmu kemungkinan […]

Memaknai Peristiwa

Oleh:  Odi Shalahuddin Seorang kawan mengabarkan ke saya tentang apa yang dikatakan kawan lain tentang saya. “Hati-hati loh, ngobrol dengan Odi nanti bisa jadi tulisan,”. Saya hanya tertawa mendengarkan komentar itu. Bukan apa-apa. Ini lantaran saya pernah mengajak diskusi kawan yang memberikan komentar itu tentang bagaimana kita mulai memotivasi diri sendiri dan kawan-kawan lain untuk […]

Saya Penulis Gagal

Saya Penulis Gagal

Oleh:  Odi Shalahuddin Pengakuan. Jujur. Harus saya katakan padamu. Daripada mengganjal di hati. Membawa beban pada perjalanan waktu. Menjadi sosok semu. Terlena. Lupa diri. Bisa tersesat jadinya. Maka jalan terbaik adalah membuat pengakuan. Pengakuan sebenar-benarnya kepadamu. Sungguh. Ini harus disampaikan. Sebagai syarat utama, maka saya pertegas tentang kondisi saat ini. Saya berada dalam keadaan sadar sesadar-sadarnya. […]

Bangkitkan Imajinasimu,Menulislah Walaupun Fiksi

Oleh:  Odi Shalahuddin Bersyukurlah, sebagai manusia kita memang diciptakan sangat sempurna. Pada perjalanan hidup, kita tidak hanya mengandalkan pada insting belaka, seperti halnya para makhluk-makhluk bernama hewan. Sungguh sial para tetumbuhan, ia hanya dihadirkan di satu tempat, tanpa mampu bergerak apalagi bertindak, kecuali menyebarkan serbuk atau tunas-tunasnya agar kelangsungan hidupnya dapat terjaga. Itupun dibawah bayang-bayang […]

Menulislah Apa yang Hendak Kau Tulis

Oleh:  Odi Shalahuddin Menulis, apalagi mempublishnya ke ruang publik, tentulah ada banyak motif di dalam diri penulisnya. Motif ketika menulis dan motif ketika mempublish. Keduanya bisa berbeda motif, tapi bisa saling berhubungan dan menguatkan. Motif, diakui saja, sebab sama sekali bukanlah dosa. Saya yakin, ada persamaan yang hinggap secara sadar atau dibawah sadar para penulis, […]

Ruang Merdeka di Kompasiana

Ruang Merdeka di Kompasiana

Oleh:  Odi Shalahuddin Saya mungkin bisa dikatakan penulis curang. Membuat tulisan sekenanya, tapi bisa berkelit dari kritik. Terus-terang itulah yang tengah dilakukan. Tapi jangan salahkan saya, karena memang ada ruang untuk hal semacam ini. Admin Kompasiana memanglah bijak. Orang butuh curhat. Orang butuh mengoceh. Secara bebas. Sangat subyektif. Sebab yang diungkap adalah rasa, pikiran, prasangka, […]

Lagi Malas Nulis

Oleh:  Odi Shalahuddin Sungguh, penyakit yang menyebalkan bila rasa malas menyerang dan otak terasa buntu untuk menuangkan kata-kata. Bukan lantaran tidak ada ide. Bukan pula lantaran tidak ada peristiwa bermakna yang bisa menjadi bahan berita. Bukan. Bukan itu. Ini Indonesia. Pasti banyak kisah dan cerita. Dari gosip hingga berita. Sungguh. Bukan itu.  Cuma malas saja. […]

Tulisan Tak Bermutu

Oleh:  Odi Shalahuddin Rencananya main-main. Buat tulisan asal tulis. Memerdekan pikiran dan jemari menari-nari. Meloncati waktu ke waktu. Menyebrangi masalah-masalah yang tak bertepi.  Berenang dalam sensasi purnama sempurna. Mengalir. Mengalir saja. Tak beraturan. Sehingga membangun aturannya sendiri. Eh, malah jadi teringat Martin Siregar tentang tulisan-tulisan unkonvensionalnya dan berkampanye meracuni otak-otak agar tak statis. Begitukah? Entahlah. […]