Tinggalkan komentar

Puisi: Letihku Telah Diterkam

Letihku tak mampu antarkan tubuh ini untuk istirahat, berebah, pejamkam mata dan larut dalam pulasnya dunia lain. Letihku, tetap membuka jendela-jendela dengan berjuta pemandangan, kerap tak tahu lagi alami atau polesan. Saksikan orang-orang sibuk dengan banyak waktu yang terbuang dalam pergulatan maya. Menjadikannya kehidupan nyata. Tentulah tak terpungkiri lagi.

Letihku tak mampu hentikan jemari bermain, terkuasai oleh rasa takut kehilangan informasi, yang sesadar-sadarnya patut dipertanyakan, lantaran jangan-jangan lantaran takut kehilangan gossip sebagai bahan pergunjingan menyenangkan, kendati dapat membuat sedih, jengkel, muak, dan marah. Dunia sekarang adalah dunia penuh warna, di mana kita selalu saja tergoda, tiada peduli tentang makna.

Letihku membawa berlari rasa letih hingga tak terasakan lagi, demi saksikan kekonyolan-kekonyolan yang benar-benar konyol hingga kekonyolan dari sesuatu yang sangat serius. Pertarungan kata-kata dan gambar-gambar, lebih dari sekedar persaingan perebutan cinta, namun juga menyangkut soal kehidupan bangsa dan negara.

Letihku sudah tak kurasakan lagi, karena diriku ada pada “entah”, dan aku tengah mencari diriku sendiri.

Yogyakarta, 15 Januari 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: