Puisi

Puisi: Dunia Rupa-rupa

DUNIA RUPA-RUPA melesat jauh tanpa batas dunia dalam genggam sepanjang langkah segala ruang kamar tidur hingga wc pikir mengembara bermain kata bermain angka bermain pura-pura penuh canda penuh luka penuh warna jempol jawabnya d imana kau kini? di sini entah asing terasa Sidikan, 16 Mei 2015 Iklan

Puisi: Sejuta Wajah di Jalanan

kulihat sejuta wajah-mu di jalan-jalan dengan slogan teramat manis, sulit teruji menghampar panjang pedihkan mata, mengoyak otak ah, engkau kembali menyapa, mengapa tunggu lima tahun? kemana saja dirimu selama ini, baru tersibuk “blusukan” oh, ya, kudengar pula kabar, engkau masih manis duduk di rumah menunggu laporan “pemanis” setelahnya tebarkan uang lantaran takut tertagih janji-janji lalu […]

Puisi: Jika Engkau Memiliki Resah, Berbahagialah

Jika Engkau Memiliki Resah, Berbahagialah  soal kehidupan berbangsa dan bernegara bukanlah permainan, lantaran di dalamnya ada jutaan jiwa nafsu kuasa yang membabi-buta, tentu saja hal nyata sumber merajanya sang angkara, pengundang duka tak usahlah menghibur hati menganggap sebagai dinamika kendati kita tahu, hidup selalu bermuka dua bukankah manusia sang maha sempurna ? selalu menjadi pencari […]

Puisi: Ocehan Dini Hari

Bertanyalah aku pada diri sendiri, saat berjuta prasangka muncul di kepala, dan segenap sorak sorai rasa, saat orang-orang menguliti dengan pisau-pisau tumpul seraya tertawa, lalu aku ikut larut dalam meriahnya pesta, yang tiada henti, terus dihadirkan dalam ragam tema. Merasa berada dalam barisan kebenaran yang menemukan para pendosa. Bertanyalah aku pada diri sendiri, yang seakan […]

Puisi Bangun Tidur

tak ubah seperti semalam, letih masih akrab merangkul paksa mata buka jendela, menyapa: “selamat pagi jelang siang,” lantas berburu pandang pada potret-potret dan lintasan berjuta kata memilih nyanyian, pada apa yang disuka, kerap tak tuntas pula tak ubah seperti kemarin, kemarin, dan kemarinnya lagi menyimak para ahli nujum yang banyak berserak dalam kata-kata gaib gossip […]

Puisi: Dik, Mari Dik…

Dik, mari Dik, mari ke mari, duduk di teras nikmati malam walau tiada gemintang, namun tetap tersapa belaian angin, lambai samar dahan-dahan bukan dari rimbun pepohonan, serta nyanyian para tikus yang tak takut lagi tertangkap basah mata kita, namun semua, irama alam yang lekat dengan kita dan barangkali lama terabaikan. Memang, masih tersisa kenangan, indahnya […]

Puisi: Hidup Memang Bukan Hitam Putih

saat hitam tidak lagi selalu hitam putih-pun tak lagi berarti benderang hitam menyaru putih putih menyelusup ke hitam aneka warna bermain dalam keduanya pencari surga-pun kerap terjebak dalam kubangan pertarungan bukan lagi tentang putih dan hitam tak jelas pula jejak abu-abu sang petualang ringan pengkhianatan kisah indahnya sorga dan kengerian siksa neraka gagap pula ditempatkan […]