3 Komentar

Tatkala Wajah-wajah itu Berkelebatan

Tatkala Wajah-wajah itu Berkelebatan

Usai selamatan open house pertama di Semarang untuk Anak Jalanan

Usai selamatan open house pertama di Semarang untuk Anak Jalanan

Yayasan Setara memutuskan untuk menghimpun  dan menuliskan dokumentasi perjalanan kegiatan dan program mereka sejak awal. Tidak sekedar dimulai saat secara legal formal didirikan pada tahun 1999, melainkan sejak tahun 1993.

Keputusan yang nekat. Bukan apa-apa. Waktu yang tersedia hanya empat bulan. Berarti harus bekerja keras. Pada masa itu, belumlah tumbuh dokumentasi digital. Bermain dalam dunia maya, masih langka. Jadi, dokumen-dokumen tentulah berupa hard copy atau foto cetak yang harus discan atau di foto ulang. Bisa terbayangkan….

Ya, sejarah perjalanan Yayasan Setara, diawali dari program seorang pekerja sosial yang bekerja secara personal sejak akhir tahun 1993. Ia memulai dari kawasan Pasar Johar. Kegiatan yang bisa dinyatakan sebagai program pertama bagi anak jalanan di Semarang. Perkembangan kemudian, pada akhir 1997 hingga awal 1998, mulai terbentuk kelompok kerja.

Para anak jalanan yang bergelut pada masa-masa itu, tentu tidak asing dengan nama Paguyuban Anak Jalanan Semarang (PAJS). Ini merupakan himpunan kelompok anak jalanan yang awalnya dimulai dari anak-anak di kawasan Taman Tugu Muda dan Pasar Johar, yang kemudian menyebar ke berbagai tempat mangkal anak jalanan di Semarang.

Jaringan antar kota terbangun sangat manis. Sesuai dengan karakter anak jalanan pada masa itu yang memiliki mobilitas sangat tinggi, perjalanan dari kota ke kota, berlangsung dengan cepat. Hari ini bisa berada di Semarang, sore sudah bergerak ke Jakarta, esoknya sudah bergerak ke kota lain. Saling mengunjungi menjadi kebiasaan anak jalanan pada masa itu.

Saat memulai, tanpa sadar kenangan dibangkitkan oleh berbagai peristiwa masa lalu. Wajah anak-anak itu, yang tentunya kini sudah dewasa, telah memiliki anak pula, bagaimana kabarnya sekarang?

Masih ada yang terperangkap dalam dunia jalanan, dengan menyeret anak-anaknya yang tersebar di berbagai penggal jalan. Ada sosok yang pernah menjadi korban perdagangan dan dijerumuskan ke prostitusi, mencoba bangkit dengan memulai suatu usaha, tapi tersandung dalam persoalan kehidupan yang akhirnya membuat dirinya keluar-masuk dunia prostitusi. Ada wajah-wajah yang hanya bisa dikenang lantaran tewas dalam mengarungi kehidupan jalanan yang teramat keras. Ada wajah-wajah yang bisa keluar dan memulai usaha lain demi kelangsungan hidupnya. Ada pula wajah-wajah yang di sela waktu luangnya menggunakan waktu untuk membangun organisasi bagi kaum terpinggirkan.

Ah, teramat banyak wajah-wajah berkelebatan. Beberapa diantaranya, masih mungkin dijumpai dan diajak berbincang-bincang. Tinggal mencari waktu saja, yang semoga masih tersisa.

Semarang, 20 Maret 2013

3 comments on “Tatkala Wajah-wajah itu Berkelebatan

  1. Akan dibikin buku nggak Kang? Mau dong🙂
    Salam hangat, sukses selalu

  2. kebersamaan intin dari kebahagiaan,,😀

  3. Seandainya boleh ?
    Bagaimana caranya untuk gabung ? Saya sangat tertarik dengan dunia sosial…
    Saat menemukan halaman ini sungguh bersyukurnya saya ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: