Tinggalkan komentar

Memasuki 2016

Memasuki 2016

Ya. Ini waktu. Sudah tahun 2016. Baru saja hiruk pikuk suara petasan dan lukisan-lukisan “kembang api” dalam beragam bentuk menghiasi langit di berbagai sudut ruang. Kini kembali senyap. Hanya sesekali masih terdengar letusan.

Saat mengambil jimpitan, rumah-rumah kembali sudah tertutup. Jelang dan saat ganti tahun yang beberapa menit berlalu,  sebagian besar orang, termasuk anak-anak,  keluar dari rumahnya masing-masing, menikmati dentuman dan lukisan di langit.

Aku masih sendiri di rumah. Anak-istri belum pulang. Salah seorang keponakan, turut serta menikmati pergantian tahun di kota Yogyakarta.

Keheningan. Tertemani oleh tetesan air dari keran yang tidak tertutup rapat. Suara mesin kipas angin tua, menggeleyot waktu dengan manja, terseok.  Sesekali suara kendaraan lewat depan rumah.

Kopi tinggal ampas. Puntungan rokok telah memenuhi asbak kayu. Aduh, rasa lapar menyerang. Mau keluar malas rasanya. Mencoba sms anakku, titip dibelikan makan, semoga terbaca dan tidak terlupa.  (dan alhamdullillah memang terbaca dan tak terlupa!)

1 Januari 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: