1 Komentar

Menikmati Lagu-lagu Anak Merdeka

Satu mingguan barangkali, di tengah kesibukan rutin, saya terasyik mencari, mendengarkan dan kemudian memposting lagu-lagu yang diciptakan oleh kawan-kawan. Sebenarnya, beberapa tahun lalu saya sempat menghimpun dan memposting ratusan lagu tersebut di salah satu website yang kemudian diakuisisi oleh site lain. Sayangnya, pada saat itu, ada pembatasan jumlah lagu yang dapat diposting sehingga hilanglah hampir semua lagu. Di sisi lain, dokumentasi atas lagu-lagu tersebut juga hilang karena adanya kesalahan saat menata, dan tidak sadar telah terhapus tanpa sempat meng-copynya terlebih dahulu. Diantara lagu-lagu tersebut, adalah yang disebut lagu-lagu anak Merdeka.

Lagu yang tidak diperoleh dari kaset-kaset komersial saat itu, namun beredar luas yang disebarkan oleh para aktivis gerakan sosial di dalam pendampingan anak ataupun penguatan organisasi rakyat. Kegiatan-kegiatan bersama anak, yang menjadi kegiatan pembuka untuk masuk ke dalam komunitas terutama di wilayah-wilayah konflik, lagu-lagu tersebut diperkenalkan dan menjadi lagu penyemangat. Dapat dipastikan anak dan masyarakatnya tidak asing dengan lagu-lagu tersebut. Mereka pasti pernah mendengarnya atau bahkan turut menyanyikan bersama-sama.

Sebagian besar lagu tersebut sudah saya kenal sejak masih SMP. Ini berawal dari Program Olah Anak Kreatif yang melatih para fasilitator dari berbagai wilayah di Indonesia dengan menggunakan lagu sebagai salah satu media pendidikan. Ibu saya, kebetulan menjadi salah seorang fasilitator yang kemudian memperkenalkan lagu-lagu tersebut kepada anak-anak di sekitar tempat tinggal kami. Selain itu, kebetulan saya juga aktif di sebuah Organisasi Non-Pemerintah, yakni Yayasan Pengembangan Budaya, yang turut terprovokasi untuk membuat kegiatan bersama anak-anak dan menggunakan lagu-lagu anak Merdeka tersebut.

Yayak Iskra

Yayak Iskra

Adalah Bambang Adya Yatmaka, yang dikenal pula dengan panggilan Yayak Kencrit, Yayak Iskra, Yayak Yatmaka ataupun Ismaya, yang menjadi penggerak untuk menciptakan, memperkenalkan dan mengembangkan lagu-lagu anak Merdeka tersebut.

Banyak orang mengetahui penciptanya setelah bertahun-tahun akrab dengan lagu-lagunya. Tidak mengherankan karena penyebaran lagu tersebut dari mulut ke mulut. “Ini karya Merdeka, anonym. Siapa saja boleh mengk-klaim-nya. Boleh mengubah, mengganti dan menyebarluaskan lagi,” demikian pernah dikatakan oleh Yayak Iskra tanpa mempersoalkan orang tahu atau tidak dengan sang pencipta lagu ataupun mengubah-ubah berdasarkan kebutuhannya. .

“Ilmu itu harus disebarkan, biar rakyat kita pintar,” tambah sosok lelaki kelahiran Yogyakarta tahun 1956, yang merupakan alumni Fakultas Senirupa dan Disain Institut Teknologi Bandung. Ia adalah salah satu aktivis gerakan sosial sejak tahun 1978 yang masih teguh dalam perjuangannya hingga saat ini diantaranya melalui lagu dan gambar (lantaran karikaturnya tentang Tanah untuk Rakyat, ia dikejar-kejar rejim Soeharto dan berhasil melarikan diri ke Jerman).

Tentang Yayak Iskra, saya pernah menuliskan, Yayak Iskra: Berjuang Melalui Lagu dan Gambar (klik di SINI).

Lagu-lagu Anak Merdeka, memang terus berkembang. Para aktivis anak dan aktivis gerakan sosial, selain menyebarluaskan lagu-lagu tersebut juga terinspirasi dan menciptakan lagu-lagu yang sesuai dengan komunitasnya yang diciptakan secara bersama-sama dan menambah daftar lagu Anak Merdeka. Kebetulan, saya dan beberapa kawan, misalnya turut menggerakkan lahirnya lagu-lagu anak jalanan di Semarang pada tahun 1990-an (tentang ini, saya akan menuliskannya), pada saat mendampingi anak-anak korban gempa, tercipta puluhan lagu yang dibuat bersama anak-anak dari 33 dusun di Kabupaten Bantul, dan hingga saat ini, banyak kawan yang masih mendorong lahirnya lagu-lagu baru bersama kelompok-kelompok anak di berbagai wilayah dengan mengacu kepada kehidupan sehari-hari anak.

Saya sendiri yang telah mendengar lagu-lagu anak Merdeka pada tahun 1984, sangat menyukai lagu “Aku Anak Indonesia”, “Sama-sama”, “Topi Jerami”, “Anak Merdeka”, “Guntur” dan “Titik Api”.

Nah, sebagian lagu Anak Merdeka, yang dinyanyikan langsung oleh Yayak Iskra, dapat didengarkan di SINI. Silahkan mendengar dan menyanyikannya dengan jiwa Merdeka. Sebarkan kembali, dan kembangkan dengan penciptaan lagu-lagu anak Merdeka. Ini tentu lebih bermakna mengingat anak-anak masa kini telah kehilangan lagu-lagunya. Jika sudah dewasa, maka beranjak pada Lagu Rakyat Merdeka !

Yogyakarta, 8 pebruari 2015

One comment on “Menikmati Lagu-lagu Anak Merdeka

  1. […] soal lagu. Setelah memposting tulisan tentang lagu-lagu anak Merdeka dan lagu anak jalanan Semarang, kini saya mau menuliskan tentang lagu Rakyat Merdeka. Jika lagu Anak […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: