Tinggalkan komentar

Puisi: Saat Resah

Meremas malam nan genit
dalam ayunan gemintang
terdengar bisikan renyah

“marilah sini saudaraku,”

Engkaukah itu?
Sang pengusir resah?

Gelap, tanpa tanda baca
Angin menyentil telinga
Ahai, hendak kemana?

Sayup dan riuh berbaur
Tak mungkin jatuh tertidur
Apalagi hingga mendengkur

Ya, ya, ya
Saat tersesat tak terpahami
Rindu cahaya, kehilangan api

“ayo, marilah sini, saudaraku,”

Tubuh kaku, udara terasa beku
Masih di sini, di entah
Lantaran pekat, tak tertembus pandang

Yogyakarta, 3-5 januari 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: