Tinggalkan komentar

JPPRT: Lindungi Pekerja Rumah Tangga Indonesia

(Dok. Pribadi)

(Dok. Pribadi)

“Situasi PRT tidak mendapatkan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak-haknya serta rentan terhadap berbagai kekerasan fisik, psikis, bahkan seksual, ekonomi dan sosial,” demikian dinyatakan oleh Jaringan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (JPPRT) dalam siaran persnya.

JPPRT merupakan organisasi yang dikenal sangat aktif menyuarakan kepentingan-kepentingan perlindungan terhadap PRT, yang beranggotakan organisasi non pemerintah dan serikat-serikat PRT. JPPRT beranggotakan: Aliansi Buruh Yogyakarta, Forum LSM DIY, IHAP, ICM, KPI DIY, Kongres Operata Yogyakarta (KOY), LKBH UII, LOD, LOS, LSPPA, LBH Yogyakarta, LSKP, Mitra Wacana, PKBH UMY, PKBI DIY, PSB, Rifka Annisa, RTND, SAMIN, Sahabat Perempuan, Serikat PRT Tunas Mulia, SP Kinasih, YASANTI, Yayasan Kembang dan para individu

Mengacu data-data dari berbagai sumber seperti data organisasi yang mendampingi PRT dan pemberitaan di media, JPPRT mencatat pada tahun 2011-2012 setidaknya terdapat 653 kasus kekerasan.

Riset dari JALA PRT, yang merupakan jaringan di tingkat nasional, di tahun 2005-2006, menunjukkan berbagai situasi pelanggaran hak-hak PRT sebagai pekerja. Riset yang melibatkan 405 PRT sebagai subyek, di tujuh wiilayah, yakni: Palembang, DKI Jakarta, Bandung, Semarang, DIY, Surabaya dan Mataram, antara lain mengemukakakn bahwa 85% PRT bekerja 14 jam lebih seharinya, dan 95% menyatakan bahwa mereka tidak memiliki libur kerja mingguan.

“Pekerja Rumah Tangga adalah salah satu pekerjaan tertua dan terbesar paling dibutuhkan di berbagai belahan dunia. Lebih dari 100 juta PRT di dunia mengisi sebagian besar angkatan kerja, terutama di Negara-negara berkembang, dan jumlahnya semakin meningkat,” jelas JPPRT.

Di Indonesia, berdasarkan rapid assessment dari JALA PRT, diperkirakan ada 10.744.887 PRT dengan memperhitungkan 67% dari rumah tangga kelas menengah dan menengah ke atas mempkerjakan PRT. 30% diantaranya adalah Pekerja Rumah Tangga Anak. Sementara jumlah PRT  migrant Indonesia  ke Timur tengah dan Asia Pasific,  dan juga Negara-negara tetangga seperti Malaysia, Brunei dan Singapura, kurang lebih sebanyak 6 juta.

Sayangnya, Indonesia belum memiliki peraturan perundang-undangan yang memberikan perlindungan terhadap PRT. Karenanya, JPPRT mendesak:

  1. Perlindungan hak-hak dan situasi kerja layak bagi PRT
  2. Sahkan RUU PErlindungan PRT
  3. Ratifikasi Konvensi ILO No. 189 mengenai Kerja Layak Pekerja Rumah Tangga

Peringatan hari PRT Nasional yang jatuh pada tanggal 15 Pebruari 2014, dijadikan momentum oleh JPPRT bekerjasama dengan JALA PRT untuk melakukan dialog public “Situasi Kerja Layak PRT: Menyikapi Tahun Politik 2014”.

Acara ini telah digelar Kamis (20/2) di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta dengan menghadirkan GKR Hemas (Wakil ketua DPD RI), Esti Wijayanti (Anggota DPRD DIY), Buyung Ridwan Tanjung (Praktisi Hukum), Ririn (wakil PRT), Sarimurti Widiyastuti (mantan Dekan Fak. Hukum Universitas Atmajaya/Ketua LPA).

Memprihatinkan, di tengah peringatan Hari PRT, jsutru mengemuka kasus penyekapan dan kekerasan yang dilakukan oleh istri mantan jendral.

“Tentu saja kita menyatakan keprihnan yang mendalam.  Kasus ini menambah jumlah kasus penderitaan yang dialami PRT dan merupakan bukti tak terbantah yang seharusnya mendorong para pengambil kebijakan untuk segera mengesahkan RUU Perlindungan PRT,” demikian dikatakan Sri Sulandari, aktivis JPPRT di sela-sela dialog publik.

Yogyakarta, 21 Pebruari 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: