Tinggalkan komentar

Sudah Tercatatkah Kelahiran (Anak) Anda?

Sudah Tercatatkah Kelahiran (Anak) Anda?

Salah satu role-play tentang pentingnya akta kelahiran (Dok. leoni)

Salah satu role-play tentang pentingnya akta kelahiran (Dok. leoni)

“Mengapa anak sampai tidak memiliki akta kelahiran? Bukankah itu hak anak yang harus diberikan?” demikian seorang anak melontarkan pertanyaan, saat mengomentari tentang prosedur dan persyaratan  pencatatan kelahiran.

Pertanyaan yang wajar, namun bagaimana memberikan jawaban yang tepat dan mudah dipahami bagi anak, itulah soalnya.

“Ya, memang seharusnya begitu. Tapi persyaratan yang ada memang menjadi persoalan bersama yang harus segera direspon oleh para pengambil kebijakan, untuk mempermudah pencatatan kelahiran bagi anak,” jawaban normative yang akhirnya diberikan.

identifikasi kebahagiaan bagi anak (Dok. Alam)

identifikasi kebahagiaan bagi anak (Dok. Alam)

Saya tahu, bahwa jawaban tersebut tentu tidak memuaskan dan akan menggantung sebagai pertanyaan  bagi anak-anak. Berdasarkan pengalaman dari anak-anak yang dikemukakan, diantara mereka masih ada yang belum tercatat kelahirannya atau belum memiliki bukti berupa salinan akta kelahiran. Demikian juga teman-teman di lingkungan tempat tinggal mereka, masih banyak yang belum memiliki akta kelahiran.

Itu adalah sepenggal peristiwa dari pelatihan tentang Hak Anak atas Identitas, yang berlangsung di Bumi Tapos, yang berlangsung pada tanggal 14-16 Pebruari 2014. Acara diikuti oleh 52 anak dan 46 orang dewasa, yang terbagi dalam dua kelas.

Para peserta berasal dari 11 komunitas di Jakarta, yakni: Suara Ibu Peduli Condet, Komunitas Basis Halim-Penas, Karang Taruna 10 Cijantung, Sanggar Anak Akar, Bantaran Kali Ciliwing (Bacili), Sanggar Anak Harapan, Mustika Kembang, Kebo Dungkul, Sanggar Pelangi, Komunitas Lima Jari, The Learning Forum.

Acara yang diorganisir oleh Sanggar Anak Akar  terselenggara berkat kerjasama dengan Plan Indonesia dan AVIVA, yang difasilitasi oleh Susilo Adinegoro, Ibe Karyo, Andi Akbar dan Odi Shalahuddin.

  “Pelatihan ini bertujuan agar anak-anak dan orangtua memahami pentingnya pencatatan kelahiran, dan mereka memahami tentang prosedur persyaratan pencatatan kelahiran,” demikian dikatakan oleh Fatima Astuti yang lebih dikenal dengan panggilan akrab Nona, selaku Koordinator pelatihan.

Mega Umi Saputri (13 tahun), salah seorang peserta menyatakan rasa senangnya dapat mengikuti pelatihan ini. “Senang dapat teman banyak dan dapat belajar bersama. Sepulang dari pelatihan saya akan menceritakan tentang pentingnya akta kelahiran ke teman-teman saya.”

Hal senada juga dinyatakan Novia (16 tahun) yang mewakili komunitas Suara Ibu Peduli Condet. “Saya banyak belajar tentang bekerja bersama tim. Sepulang pelatihan, saya akan menyampaikan hasil pelatihan ini ke teman-teman saya.”

Ya, pencatatan kelahiran memang penting. Ini merupakan hak yang utama, menurut organisasi PBB yang bekerja untuk anak, yakni UNICEF. Seseorang yang lahir dan dicatatkan kelahirannya oleh Negara, merupakan hak untuk mendapatkan pengakuan legal atas identitas dan kewarganegaraan seseorang. Memang kenyataan yang ada, masih banyak anak-anak yang belum tercatat kelahirannya, dan ini menjadi PR bagi kita bersama.

Bumi Tapos, 16 Pebruari 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: