Tinggalkan komentar

Mengenang Pejuang Demokrasi dan HAM

Mengenang Para Pejuang Demokrasi dan HAM

pembacaan manifesto Jaya di Jalan Mulya

pembacaan manifesto Jaya di Jalan Mulya

15 Januari 2014, bertempat di selasar Gedung DPRD DIY, ratusan orang berkumpul untuk mengadakan doa bersama bagi para pejuang demokrasi dan HAM di Indonesia yang telah pergi mendahului kita.

Acara dengan tajuk: Jaya di Jalan Mulya, mengenang pejuang Demokrasi dan HAM, selain doa bersama, selain doa bersama yang dipimpin oleh KH. Ashari Abta, Rois Syurah NU Yogyakarta, juga dilakukan peluncuran buku dengan judul yang sama, serta pembacaan manifesto untuk mendirikan Yayasan Keluarga Pejuang Demokrasi dan HAM (YKPD HAM).

penyerahan buku_2Secara simbolis buku diserahkan oleh Dadang Juliantara selaku salah satu penggagas acara ini kepada keluarga Angger Jati Wijaya, Din yati AR, Budi Astuti Azhar dan Mulyana W. Kusuma, serta perwakilan dari aktivis Hadi Wahono dan Odi Shalahuddin selaku pengumpul dan penyunting buku.

Acara yang berlangsung pada pukul 20.00-22.30, dan dipandu oleh dua orang mantan ketua Forum LSM DIY yakni Sri Surani dan Unang Shio Peking, diisi pula dengan testimoni tentang sosok-sosok yang telah turut memberikan kontribusi pagi perjuangan Demokrasi dan HAM, serta pembacaan puisi, serta pentas monolog yang dilakukan oleh Ibob dkk.

Testimoni mengkaitkan kiprah dari para pejuang demokrasi dan HAM yang telah meninggal, baik dari Yogyakarta dan dari berbagai wilayah di Indonesia. Termasuk pula sosok-sosok yang meninggal akibat kekerasan oleh Negara dan orang-orang hilang pada masa menjelang reformasi yang hingga saat ini keberadaannya belum terungkap dan belum ada pernyataan resmi dari Negara atas mereka. Testimoni disampaikan oleh Hadi Wahono, Istiatun, Thomas Sunaryo, Meth Kusumohadi.

Dinyatakan bahwa pada masa Orde Baru, situasi represif dari penguasa sangat dirasakan, namun pada saat ini, di tengah keterbukaan yang ada, masih terdapat tantangan yang tidak kalah penting untuk disikapi.

Mustofa W HasyimPembacaan puisi karya Angger Jati Wijaya dan Din Yati AR ditampilkan oleh Evi idawati, Umi Kulsum, Sri Sulandari, Budhi Wiryawan. Mustofa W Hasyim turut membacakan puisi karyanya sendiri.

Tampak hadir pada acara ini para aktivis Ornop, gerakan mahasiswa, seniman, kelompok masyarakat dan berbagai komponen masyarakat, diantaranya: Fajar Sudarwo, Renny Frahestii, Kumara Dewi, Dati Fatimah, Untoro Hariadi, Tri Wahyu K, Ahmad Taufiqurrahman, Agus Gunawan Wibisono, Nico Warouw, Untung Basuki, Hazwan iskandar Jaya, Sigit Sugito, dan sebagainya.

“Harus ada tindak lanjut dari acara ini agar tidak semata-mata sebagai seremoni belaka,” demikian dikatakan oleh salah seorang penggagas acara mengingat manifesto pendirian YKPD HAM telah dinyatakan (Lihat di SINI).

-osh-


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: