Tinggalkan komentar

Puisi: Berkaca

BERKACA

 

membaca ruang
membaca waktu
membaca diri sendiri
kaca itu telah pecah berkeping-keping
oleh lemparan batu dari tangan kita sendiri

membaca ruang
membaca waktu
membaca diri sendiri
dan kita menggigil ketakutan
oleh beragam sosok yang hadir tiba-tiba

Kita adalah manusia
yang sudah teracuni
sehingga takut dengan diri sendiri
atas nama apakah?

1 Juni 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: