Tinggalkan komentar

Puisi: Siapapun Engkau, Aku Suka Pencitraanmu

Siapapun Engkau, Aku Suka Pencitraanmu

aku suka,
siapapun ia,
barangkali dirimukah?

saat memiliki kuasa memasuki lorong-lorong tak bernama
menyapa dan mendengar suara-suara
yang selama ini termatikan gemanya
lantas duduk bersama pada kursi yang sama
tiada istimewa, walau engkau memiliki kuasa
ah, jadilah pemimpin sejati bagi segenap warga

dibilang membangun citra, bagiku tak masalah
lantaran memang begitulah seharusnya
sebab pemimpin jangan hanya bersembunyi di belakang meja
menanti laporan bawahan yang kerap mencuri realita
sehingga dokumen-dokumen sesungguhnya maya
program pembangunanpun jadinya pura-pura
kerannya, memancurkan air ke atas,
tertampung pada tower besar
yang membagi hanya kalangan terbatas

dibilang membangun citra bagiku tak masalah
sebab antara ketulusan kerja nyata dengan pura-pura
semua orang bisa merasakannya
tak banyak pemimpin berani berkubang lumpur
walau masa kecilnya hidup di desa, bapaknya-pun petani
seperti anak durhaka yang mengingkari hidupnya
apalagi bila terlahir sebagai orang kota dan kaya
menjejak tanahpun terhitung jari
lantaran tapak kaki hanya pada lantai-lantai marmer, aspal dan beton
barangkali pula tak bisa bedakan antara ilalang dan padi
bagaimana mungkin bisa merasakan kehidupan rakyat sebenarnya?

Jadi, pemimpin sejati biarlah bekerja pada lorong-lorong tak bernama
Tak tercatat pada lembaran dokumen negara, tetapi nyatanya ada
Ah, engkau yang selalu termanja, jangan protes merasa kepentingan ternoda
Ini negeri empunya semua

Yogyakarta, 9 Oktober 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: