Tinggalkan komentar

Mau Menulis Tentang Apa Ya?

Beberapa tahun belakangan, saat jiwa tengah dilecut oleh semangat untuk menulis, menulis apa saja yang dapat ditulis, ide terasa mengalir dengan deras, jemari-pun asyik bermain-main. Tanpa ragu, menulis sekali jadi, langsung posting, dan terasa ada kepuasan. Kepuasan bisa menulis.

Tapi, setahun belakangan, walau semangat untuk menulis masih tinggi, tapi pikiran dan jemari tak mau bekerjasama. Ada perhitungan-perhitungan yang berkecamuk dalam kepala. Ada kesadaran tentang batas kemampuan. Ada… ada … ada… ah, mengapa menjadi terpenjara ?

Serangkaian pertemuan dengan banyak kawan, malah berputar-putar saja isi kepala. Tersebutlah saat bertemu dengan seorang kawan, cerpenis produktif yang karyanya sudah tersebar di berbagai media nasional dan buku kumpulan cerpennya sudah sangat banyak.

”Masih menulis?”

”Ah, tidak lagi. Merasa belum dapat melakukan pembaruan lagi.Entah, esok,” katanya yang saat ini banyak bergulat dengan penelitian-penelitian.

Kawan lain, pernah dikenal sebagai cerpenis pula, lama tak terlihat karya-karyanya.

”Ya, mau menulis apa lagi? Mengungkap realita melalui fiksi? Dulu sangat relevan, sekarang dalam dunia yang terbuka, orang sudah bebas menulis apa saja. Kadang fiksi justru kalah dengan realita yang mengemuka.Mandek dululah,”

Seorang kawan, yang sepuluh tahun lebih sudah sibuk dengan tugasnya sebagai wartawan.

”Bingung. Mau menulis apa ya..?

Sayang sekali, saya berjumpa dengan kawan-kawan lama, yang justru sudah berhenti menulis. Di sisi lain, saya bersentuhan dengan kawan-kawan baru dengan kegilaan menulis yang luar biasa dan juga yang banyak serba bisa.

Iri hati sebenarnya. Tapi mau bagaimana lagi? Bila jiwa-raga tak bekerjasama, pastilah sulit untuk mewujudkannya. Dipaksapun, hambar rasanya.

Mau menulis! Tapi menulis apa ya? Menulis tentang Jokowi sudah pernah sekali. Orang-orang-pun sudah banyak menulis, bahkan seorang dapat pula menulis puluhan kali. Tentang Ahok juga begitu. Centuri, Hambalang, atau lagi rame tentang Ketua MK? Ah, sudah berhamburan tulisan tentang itu, dari beragam sisi, bahkan dari sisi paranormal sekalipun.

Memang isu politik bukan lagi soal tabu. Semua sangat terbuka. Jendela dunia lewat media-media online dalam hitungan detik sudah menambah pemberitaan tentang politik dengan beragam dinamika sekaligus gosip-gosipnya. Jadi, memang tidak perlu takut, termasuk menghujat para politisi dan petinggi negeri. Tidak takut untuk diciduk, apalagi ancaman penjara sekian tahun. Karena itu, bejibun tulisan yang sebenarnya lebih banyak opini…

Tentang Fatin, Agnes Monica, atau kelompok-kelompok musik? Wah, gak punya pemahaman dan tidak mengikuti perkembangan, pastilah tak bisa. Benar-benar tak bisa. Atau gosip-gosipnya saja ? Gosip artis kan bertebaran. Kawin-cerai, selingkuhan, ulang tahun, pernikahan, semua menjadi bahan pemberitaan. Bagaimana? Wah, susah juga, gak punya kawan artis, sumbernya Cuma dari infotainment, malah menambah gosip. Enggak ah?

Jadi mau menulis apa? Hm.. bingung juga ya…

Ya, sudah berpikir dan merenung, nanti baru dapat memastikan untuk menulis sesuatu. Pastilah kukabarkan kepadamu. Jadi sabar ya…

Yogyakarta, 11 Oktober 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: