6 Komentar

Bila Konsumen Pada Posisi Lemah, Melapor Malah Dituduh Mencuri Aliran Listrik

Tiang ListrikSekitar sebulan yang lalu, seorang kawan aktivis kemasyarakatan atau sebut saja aktivis LSM/NGO yang beberapa tahun terakhir berbisnis mengelola sebuah cafe yang biasa juga menjadi tempat kumpul para aktivis LSM, aktivis mahasiswa, aktivis partai, seniman, anggota DPR(D), yang berlokasi di Sorowajan, dalam satu kesempatan singgah ke sekretariat tempat aku beraktivitas.

Setelah lama berbincang ”ngalor-ngidul”, ia menceritakan tentang keanehan tagihan listrik di cafe-nya. ”Biasanya tagihan sebesar lima ratus sampai tujuh ratus ribu supiah per bulannya, bulan ini (Agustus) tagihan hanya seratus ribu,” katanya.

Lantaran keanehan ini, ia memeriksa meteran listrik dan menemukan ada kerusakan.

”Menurutmu bagaimana?Mencari teknisi yang bisa memperbaiki atau lapor ke PLN ya?” ia meminta pendapatku. Setelah berdiskusi panjang lebar, akhirnya diputuskan untuk melaporkan tentang kerusakan tersebut ke PLN. Daripada bila dibiarkan, memang enak tagihan menjadi rendah, tapi suatu saat dapat menjadi masalah.

Lantaran pekerjaan di luar kota yang terus menerus membuat saya tidak teringat dengan peristiwa tersebut, sampai akhirnya ketika sudah di Yogya, pada suatu sore kawan tersebut kembali datang.

”Sial, melapor ke PLN malah kena surat denda 12 juta,” katanya dengan jengkel. Ia-pun lalu menceritakan kronologis kasus yang dihadapinya. ”Aku juga sempat melaporkan kasus ini ke UKP4 (Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan). Tapi tampaknya belum ada tindak lanjutnya,”:

Dijelaskan olehnya, bahwa hari senin (30 September 2013), petugas datang untuk melakukan pemutusan sambungan listrik. ”Kalau disuruh membayar kekurangan dari biaya listrik yang digunakan saya tidak masalah, tapi jika membayar denda, saya tidak mau. Lha, saya melaporkan adanya kerusakan kok, malah kena denda dan dikatakan sebagai pencurian. Sambungan mau diputus lagi,” ceritanya lagi dengan geram.

***

Kawan saya ini, mengontrak sebuah lahan yang kemudian dijadikan sebagai cafe, sejak empat tahun yang lalu. Mengetahui ada kejanggalan tagihan rekening listrik, ia memeriksa meteran yang ternyata mengalami kerusakan, dan sekitar 3-4 hari kemudian ia melaporkan ke PLN Gedong Kuning. Laporan itu ditindaklanjuti dengan kehadiran petugas yang melakukan pemotretan dan menyatakan akan dilakukan penertiban (?).

Dua minggu tidak ada kelanjutan, kawan saya ini kembali mendatangi kantor PLN dan menanyakan perkembangan penanganan mereka. Oleh petugas dinyatakan akan dicek kembali dan meteran akan diganti dengan yang baru. Itupun tidak ada tindak lanjut hingga kawan saya kembali mendatangi kantor PLN pada tanggal 18 September 2013. Direspon bahwa petugas akan menangani kasus itu pada tanggal 19 September 2013.

Lantaran dikatakan akan didatangi pada tanggal 19 September, setelah melapor ke PLN kawan saya tidak segera pulang ke cafenya, tapi menghadiri suatu acara. Saat itu, justru petugas PLN datang. Di saat itulah dibuat Berita Acara Hasil Pemeriksaan P2TL bernomor 00206 dan Berita Acara Pengambilan Barang Bukti P2TL bernomor 00051. Oleh petugas, meteran dilepas dan langsung dibawa. Petugas tersebut juga langsung menyerahkan formulir Penetapan Tagihan Susulan P2TL bernomor 00001/TAGSUS/09/2013. Dalam formulir Penetapan Tagihan Susulan P2TL tersebu t, saya dinyatakan bersalah, sehingga dikenai denda dalam bentuk tagihan susulan senilai Rp 12.694.786 (dua belas juta enam ratus sembilan puluh empat ribu tujuh ratus delapan puluh enam rupiah).

”Ya, jelas kaget. Setelah mendapat surat tersebut, saya mendatangi lagi kantor PLN dan ditemui seorang petugas.Dia mengatakan bahwa ditemukan kerusakan sehingga meteran tidak berjalan normal.Lha, kan lucu. Saya melapor karena memang ada kerusakan. Saat ditanya tentang surat tagihan membayar denda, ia menyatakan bahwa itu ditentukan oleh sistem. Sistem apanya? Ia tidak menjelaskan.”

Pada tanggal 30 September 2013,petugas datang lagi ingin melakukan pemutusan sambungan listrik. Namun berhasil dicegah. ”Bisa jadi, kalau kami dituduh mencuri, kami juga bisa menuduh PLN sengaja melakukan pengrusakan sendiri untuk menjebak konsumen,” sungutnya.

Mendengar kisahnya, saya menyimak dan juga tidak habis pikir. Seseorang yang sudah berniat baik membuat laporan malah dituduh telah melakukan pencurian aliran listrik sehingga terkena denda yang jumlahnya tidak sedikit. Coba, seandainya kawan saya tidak melaporkan dan mendiamkan saja, bukankah ia hanya menerima tagihan bulanan dengan jumlah sedikit?

Nah, kawan-kawan, adakah yang pernah mengalami atau setidaknya mendengarkan kasus serupa? Bagaimana penanganan dan penyelesaian kasus semacam itu?

Yogyakarta, 6 Oktober 2013

NB:  Kawan saya kemudian membuat surat pembaca atas kasus yang dihadapinya. Setelah dimuat di satu media, ia mendapat banyak telpon dan sms yang bersimpati atas kasus tersebut, juga banyak yang bercerita mengalami hal serupa. Ia juga menceritakan sudah ada surat pemberitahuan dari PLN untuk memutus sambungan listrik. Menurutnya, masalah ini diambil alih oleh pemilik lahan/pemegang rekening PLN langsung untuk menghadapinya.

Iklan

6 comments on “Bila Konsumen Pada Posisi Lemah, Melapor Malah Dituduh Mencuri Aliran Listrik

  1. Boss … hal serupa terjadi dengan saya , namun saya harus bagaimana ???? karena selain untuk penerangan harian , listrik di rumah digunakan untuk kegiatan salon oleh istri . terpaksa istri membayar , namun anehnya karena ada kabel yang terlepas dari tiang utama masuk ke box petugas PLN tidak mau perbaiki dengan alasan karena penutup NCB nya telah terbuka . Lhoooooo ????? itu khan di luar box utama dan itu tidak merusak segel , petugas langsung balik kanan tidak mau perbaiki ( padahal hanya tinggal colok kabel lantas di kencengi …… beres ) . Lantas saya sebagai pelanggan harus bagaimana ????? adakah solusinya ???? please …… haruskah kita menggunakan genset ???

  2. Wah, ternyata banyak teman senasib nih. Saya juga lapor ke 123 karena kwh-meter prabayar saya ada tanda periksa dan seperti diisengi orang. Kebetulan itu rumah kosong yang belum selesai direnovasi, rumah tanpa pagar dan cuma ada lampu teras. Eh, alih-alih dibetulkan malah kena denda 16jt.

  3. Hari ini sy baru saja mengalami jebakan pln…ceritanya skitar 2bln lalu sy pasang sambungan baru 1300watt…lokasi masih tahap pembangunan yg mana kita serahkan ke pemborong..jd listrik hanya d gunakan untuk keperluan tukang2 spt rice cooker n penerangan mrk sementara…setelah meteran pra bayar tsb terpasang n listrik mengalir kita tdk pernah utak atik sama sekali…tiba tibaaa hari ini dtng orng pln plus ngakunya orng polda mereka blng mau cek meteran dan ternyata d dlm meteran d temukan semacam tembaga n kita d tuduh mencuri listrik…pdhal keadaan meteran tsb msh tersegel utuh dr pln…dan petugas yg dtng tadi spt nya sdh ada niatan n lgsng menuju ke lokasi kita…memang kita spt sdh d jebak begitu.. lalu kita dtng ke kantor pln…kita bilang klo kita benar2 nda mencuri tapi mereka tdk peduli solusinya kita harus byr denda 10jt…jika tdk mk tdk akan ada sambungan listrik selamanya..ow ya kita ada d kota manado n kita urus pln d kantor pln jln sario manado….kenapa yaaa ada manusia2
    sekejam ini…benar2 tdk punya hati nurani, kejam,kotoor,serakah…demi tuhan kita benar2 tdk mencuri…tapi apa yg harus kita lakukan klo sdh d jebak oleh manusia2 berhati busuk spt mrk ini…mohon bagi yg punya solusi…kita lg galau ini…

  4. Sama bos..drmh mertua saya daya listrik 450 sma ptugas pln dciolokin yg 1300 eh mlah kita yg kna denda..

  5. Gi mana ya klo cara ngelaporin pencuri listrik, saya tinggal di kos kos an dan kita menggunakan listrik token. Di sebelah kamar saya jelas sekali seseorang memotong kabel d atas listrik prabayar(token) jdi biasanya dia sehari habis 20rb karna pemakayan listrik terlalau banyak sekarang cuma 10rb itu jga hanya d isi biar bpak kosan tidak curiga. Pertama dia mengajak saya ikutan tapi saya tidak mau setelah beberapa saat dampaknya sangat terasa pada listrik saya, saya sudah berusaha bicara baik baik dengan tetengga saya tapi saya d kupis karna iri,
    Bagai mana cara memberi tidakan yang baik. Mohon bantuan ya gan…
    Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: