Tinggalkan komentar

Puisi: Petani telah Mati, Kehilangan Generasi, Kita Masih Tak Peduli

PETANI TELAH MATI, KEHILANGAN GENERASI, KITA MASIH TAK PEDULI

jadi petani memang tak bergengsi, tak bisa kaya malah terus merugi
harga-harga naik tinggi, para tengkulaklah yang menikmati

mesin-mesin traktor berbunyi, para sapi menepi
lahan-lahan tergusur tak terkendali, seakan tiada proteksi
saat krisis pangan terjadi, ributlah seisi bumi
turunkan harga lagi, apa untung bagi petani?

siapa mau jadi petani?
kaum muda desa pun telah enggan mengangkat jari
pengalaman hidup telah teruji, sawah-ladang tak memberi janji
dibangkitkan sorga-sorga duniawi, dulu ke kota sekarang luar negeri
sebab di desa tak lagi bisa berburu mimpi

kini hanya petani-petani yang telah menua
tetap larut dalam irama kerja
hanya kesetiaan bertahun membuatnya bertahan
dasar cinta kepadajalannya kehidupan

ah, seandainya mereka bercocok tanam
tersimpan dalam lumbung-lumbung tak terjual
demi menjaga hidup diri dan keluarganya
masihkah kita tetap membuta dan menuli?

Yogyakarta, 24 September 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: