Tinggalkan komentar

Puisi: Ceracau Pada Malam Tanpa Kopi

Ceracau pada malam tanpa kopi

di warung tadi masih tersisa tiga potong tempe yang dikata oleh penjualnya dari stok lantaran para pembuat tempe lagi mogok dan aneh para pembeli lebih berebut paha ayam sambil mendengar sayup “bongkar” iwan fals dari saluran stasiun radio seraya membaca headline berita koran daerah tentang si doel yang bukan anak betawi walau tinggal di ibukota diselingi perdebatan mahasiswa di pojokan tentang miss world dengan argument budaya dan agama sedang para mahasiswi ngrumpi tentang bahasa intelek dari si Vicky sambil cekikikan memandang gadget dan menirukan beberapa istilah dengan kembang-kembangnya dan astaga menjadi virus ganas yang melekat di tiap dinding jejaring sosial jurnalisme warga bahkan media utama berhimpitan dengan jokowi yang tak pernah absen dengan ragam kontroversi pro-kontra dan hiruk pikuk nama-nama kandidat presiden negeri ini yang mewarnai konvensi survey gossip pinggiran hingga gedung menjulang di tengah rupiah yang melompat dari lantai ke sekian dan nyangkut di lantai kesekian sambil melambai-lambai tangan mengucap tanda perpisahan ataukah meminta pertolongan sedang orang-orang bergegas menyembunyikan kekayaan ke luar negeri dan wajah-wajah pucat orang-orang yang harus dikorbankan ke ruang jagal kpk demi keselamatan para pecundang sedang rakyat kebanyakan masih bingung cari uang untuk makan seraya bermimpi memiliki senapan untuk merampok dan membagikannya seperti robinhood yang melahirkan keringat dingin tidurpun tak lelap dari para perampok sesungguhnya yang bertopeng.

ah.kopi telah terhadirkan dan ceracau memang harus berhenti.

Yogyakarta, 10 September 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: