Tinggalkan komentar

Saat Dua Fiksianer Kompasiana Launching Buku

Budhi Wiryawan & Selsa

Pada tanggal 22 Agustus yang lalu , dua orang fiksianer Kompasiana meluncurkan buku kumpulan puisinya. Merekalah Selsa Rengganis dengan buku kumpulan puisinya “Empat Puluh Dua Jejak” dan Budhi Wiryawan dalam antologi puisi lima penyair “Menyisir Senja”.

Kedua fiksianer yang puisinya kerap mendapatkan bonus dari Admin Kompasiana dengan menempatkan karya mereka ke Headline, dipertemukan dalam perhelatan Sastra Bulan Purnama (SBP) yang telah memasuki putaran ke 24. Putaran yang istimewa sebab bersamaan dengan peringatan dua tahunSBP yang dilangsungkan di Tembi Rumah Budaya, Bantul, DIY.

Setiap empat putaran, memang diagendakan untuk melaunching buku-buku sastra. Semalam, ada tiga buku yang dilaunching. Selain kedua buku di atas, dilaunching pula buku kumpulan puisi “Sepucuk Surat Dikirim Senja” karya Priyono Tjiptoherijanto.

Memang tidak hanya penyairnya yang tertera dalam buku yang membacakan puisi-puisi mereka. Setiap penyair, didukung oleh rekan-rekannya untuk turut berpartisipasi membacakan puisi-puisi mereka.

Selsa Rengganis, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Temanggung didukung oleh para kompasianer yang turut membacakan puisinya yakni: Sri Sulandari, Odi Shalahuddin (Yogyakarta) danKelana (Kendal). Turut membacakan puisinya, adalah Untung Basuki, anggota Bengkel Teater WS Rendra yang aktif pula bermusik dengan menggubah puisi-puisi ke dalam lagu bersama Sanggar Bambunya.

Selsa, yang mengaku senang menulis puisi sejak kecil, dan beberapa tahun belakangan aktif memposting melalui status-status di FB-nya dan yang utama di Kompasiana, membawakan dua puisi yang diiringi gitar oleh Untung Basuki.

Budhi Wiryawan, yang memang telah bergiat dalam dunia kesenian khususnya teater dan kepenyairan sejak akhir 1980-an, dan masih setia hingga saat ini di tengah kesibukannya sebagai Ketua KPU Kabupaten Bantul periode 2008-2013. Selain dirinya yang membacakan dua puisi, turut membacakan puisinya adalahSlamet Riyadi Sabrawi, seorang penyair senior yang telah bergulat sejak tahun 1970-an dan seorang perempuan muda bernama Anggi.

Tentu banyak penyair yang berpartisipasi membacakan puisi-puisi yang terhimpun dalam kumpulan atau antologi puisi yang dilaunching. Sebut saja diantaranya Umi Kulsum, Yantoto, Zahra Al Khusna, Angger Jati Wijaya, Sigit Sugito, Rudi “Yesus”, Tri Wintolo.

Acara juga dimeriahkan oleh komunitas Folk Mataraman, dengan tiga orang pembawa acara yang disebut “Trio Kirik” yang mampu membangun suasana malam yang dingin menjadi panas dengan joke-joke-nya yang mengundang gelak tawa para penonton.

Para kompasianer yang turut hadir dalam acara tersebut, terlihat Kang Bain Saptaman bersama anak dan istrinya, Marul bersama suami, Enggar Murdiasih dan Afandi Sido.

Sukses buat fiksianer Kompasiana!

Yogyakarta, 23 Agustus 2013

Catatan: Tulisan di atas mendapat bonus dari admin kompasiana menjadi Headline.

HL_130823_Saat Dua Fiksianer Kompasiana Luanching Buku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: