Tinggalkan komentar

Bermain-main dengan Tulisan Main-main

Jadi, memang tidak perlu serius apalagi mempersiapkan beragam kamus, lantaran tulisan yang dihempus, adalah tulisan main-main yang barangkali cepat terhapus.

Santai-santai sajalah, jangan buat hati terbelah, lantaran tidak ada persoalan menang-kalah, juga bukan persoalan mengalah. Percayalah, tidak seorangpun sampai bermain galah.

Jangan sampai wajahmu memerah. Juga jangan sampai merasa gerah. Apalagi memanaskan aliran darah. Ini tulisan main-main yang tidak akan tercatat sejarah.

Tersenyum boleh, tertawa apalagi. Bolehlah berpuisi, juga boleh bernyanyi, untuk riangkan hati. Lenyapkan rasa sepi, bangun wajah agar tetap berseri. Ahai, indahnya kata menari-nari.

Usir pula segala pekat. Jangan sampai melekat. Nanti dirimu bisa terikat. Meronta-ronta takut disikat. Padahal cuma prasangka dari rasa penat.

Jadi, bermain-main, memang main-main. Bayangkan dirimu sebagai angin. Menyelusup segenap ruang dengan rasa yakin. Menembus kain-kain. Eits, jangan nakal dalam bermain.

Merdekakan dirimu. Ciptakan berjuta lagu. Hindari yang sendu, agar rasa tidak pilu, apalagi menjadi kaku.

Bermain-main tidak berdosa. Barangkal pula tiada dapat pahala. Tidak mengapa. Terpenting bisa merdeka. Hati riang gembira. Tertawa-tawa. Jangan engkau serius cari makna. Percuma. Karena ini memang main-main belaka.

Semarang, siang hari, 27 Juli 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: