Tinggalkan komentar

Puisi: Dipenjara Teknologi

Dipenjara Teknologi 

Bukan sekedar akal-pikiran, tapi ada mimpi dan obsesi, manusia bekerja mencari, mencari dan mencari, mencipta dan mencipta lagi, tak henti-henti, hingga terkendali sang api, hingga roda-roda menghiasi segenap kendaraan hingga kini. Perjalanan lebih cepat berpuluh kali. Belum lagi alat komunikasi, berkembang tanpa henti, jarak bukan penghalang lagi. Teknologi!

Seputar hidup manusia, tak lepas dari hasil karya cipta berdaya guna bagi kehidupan nyata. Walau bisa pula, berkepala dua, melahirkan bencana. Tapi, engkau sekarang, pastilah telah terpenjara, hidup dalam nikmatnya, bila tiada, terasa berada di neraka.

Sungguh tak terpungkiri, berjuta mimpi telah lahirkan inspirasi, sehingga terhidang di sana-sini, membuatmu merasa berarti, bila telah memiliki. Segera membeli, tatkala barang wajah berganti, hingga bisa berbangga diri membangunkan orang menjadi iri hati. Rasanya menjadi manusia sejati.

Sungguh, terpenjara yang nikmat bisa engkau rasa, mendapat segala puja, tanpa tahu siapa dan bagaimana tercipta, terpenting rasa bahagia, bukan sekedar sebagai penggembira, tapi penakluk dunia penuh gaya.

Begitu, kiranya, sedang tangan-tangan raksasa, menggurita, membangun dunia penuh pesona, menghitung angka-angka, memainkan berjuta rasa, sampai engkau merasa berbeda, dan menjadikannya dewa.

Kita tak tahu lagi bedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kitapun sesungguhnya menjadi kaki tangan yang terus menyebar jala ke segenap penjuru dunia.

Yogya, 5 Agustus 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: