Tinggalkan komentar

Puisi: Rindu Memburu

(1)

Kenang
Menyatu darah
Menempel detak jantung

Di mana dirimu?

(2)

Menjilat kenang tak hilang
Rindu sungguh tak terbilang
Aduh, sayang

(3)

Rindu memburu
Atau kita justru sang pemburu
Menata lintas lalu
Menjadikan satu

Saksikan, jangan tersedu!

(4)

Biar saja angin berputar
Asal tak terkena badainya
Walau diri sering tergetar
Asal tak terjaring dendamnya

Yogyakarta, 21 Juli 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: