1 Komentar

Puisi: Gemuruh Tak Kenal Musim, Menghajar Kesadaran Kita

GEMURUH TAK KENAL MUSIM, MENGHAJAR KESADARAN KITA

gemuruh silih berganti wajah beraneka rupa
menghajar mata dan telinga, bertubi-tubi 

pada kata dan gambar tercetak atau layar televisi
tentang apa saja
tentang siapa saja

pikiran tak terjaga bisa gila mengikuti

ini memang perang
sasarannya bisa siapa saja
untuk apa saja
merobek-robek ruang kesadaran
tak sekedar membangun mimpi,
tapi merebut dan menghadirkannya saat ini
menyeret untuk tidak menjadi diri sendiri

bercermin, lupa wajah sendiri

walau terselip, ruang kemanusiaan
titik-titik penghentian menggugah rasa
agar tetap merasa, sebagai manusia

selanjutnya, kembali menjadi sasaran tembak
dari pertempuran-pertempuran yang kita nikmati

mata-telinga terhajar
meninabobokan ruang sadar
berlari terus mengejar
barangkali sering tersasar
dan tetap saja dianggap benar

mari bertepuk tangan pada para penjajah kesadaran’
yang telah sukses membangun peradaban baru
kita sambut meriah tanpa rasa malu

Semarang, 26 Juli 2013

One comment on “Puisi: Gemuruh Tak Kenal Musim, Menghajar Kesadaran Kita

  1. Sayang saya kurang begitu lihay berpuisi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: