Tinggalkan komentar

Puisi: Saat Kita Berbangga dengan Sesuatu yang Bukan Milik Kita

Tak perlu beranjak. Setiap mata memandang, terbuka godaan. Layar kaca. Koran, tabloid dan majalah. Juga dalam gadget yang tak lepas dari genggaman.

Rumah. Banyak sampah. Serba instant. Tak ada lagi produk sendiri. Air minum-pun beli. Praktis.

Tetangga pembuat tahu-tempe telah gulung tikar. Warung makan depan jalan sudah sepi pembeli. Warung sayur-mayur, ramai di sabtu-minggu saja.

Ke luar rumah. Godaan semakin menghantam. Karenanya perlu persiapan. Membalut tubuh dengan aneka ragam produk ber-merk. Agar harga diri terasa meyakinkan.

Apa yang kita punya. Bukan milik kita. Tapi terasa berada di neraka, bila tak menggunakannya.

Kita berbangga. Setelah kita merasa menjadi “aku” sedang kita asing pula dengan diri sendiri.

Bogor, 12 Juli 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: