Tinggalkan komentar

Puisi: Melarut dalam Kenangan Ditemani Secangkir Kopi Pada Dini Hari

Kopi dingin
Angin dingin

Tidak dalam bayang

Saat melesat

Pandangi diri sendiri
Berganti dari waktu ke waktu

Sosok anak-anak meredam manja
Sosok ibu membagi kasih enam anaknya
Tak sempurna memang
Memang tiada yang sempurna

Terampil tangan mengolah masakan sederhana
Yang tetap terasa lezat di lidah
Terampil tangan menjahit sobekan baju
Hingga tak perlu segera membeli lagi

Ayo, anak-anak berbagi tugas
Rumah ini berpenghuni, semua ambil bagian

Pada saat berkumpul, keputusan ibu mendengar dulu
Dari pandangan-pandangan kami, sebagai pertimbangan

“hidup jangan maunya menang sendiri
banyak orang harus bisa menikmati
juga jangan mengabaikan keperluan diri”

Keindahan dan kebahagian adalah kebersamaan
Perjumpaan, tumpahkan segenap rindu

Kini, tersebar anak-anaknya kendati
Jarak bukan persoalan berkomunikasi
Semua telah dimudahkan oleh teknologi

namun,
Pastilah rindu masakan-masakannya
Pastilah rindu belaian kasih sayangnya
Pastilah rindu petuah-petuahnya
Pastilah rindu…

Ibu, telah menua, hadir para cucu
Tetap sehat, dan tegar menghadapi dunia

Kopi dingin terseruputi, nanti tambah lagi
Mengusir angin dingin yang semakin menjadi

Bogor, 12 Juli 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: