Tinggalkan komentar

Puisi: Ingin Aku Menulis Tentang Bunga, Tapi Tak Terlupa Bau Sampah

Siapa tak suka keindahan dan aroma wangi bunga, tentulah ada yang salah dengan dirinya. Pandang mata dan otak dapat tersejukkan, membawa istirahat yang menggairahkan, kesegaran jiwa-raga didapatkan. Kadang disertai upacara mandi kembang dengan pijatan.

Betapa bodohnya aku, tak mampu melukiskan bunga dengan kata-kata, kecuali sederetan nama-nama, yang terkadang gagap tercocokkan antara nama dengan bentuknya. Tapi, percayalah, aku masih suka keindahan dan aroma wanginya.

Bukanlah salah, bila bau sampah lebih meluruh dalam pikir dan rasa. Sehingga kata-kata mengalir bagai aliran sungai dan bersatu dalam lautan nan luas. Mewujud imajinasi, dari tiap benda terlupa yang telah tersisihkan dari ruang-ruang hidupmu. Sebab, aku adalah bagiannya.

Ingin aku menulis tentang bunga, sebab ia adalah impian. Jemari gemetaran, tak tertulis. Rasa tak berasa, sulit mencengkram. Tertuang, tetap sampah pula jadinya. Ah, mengapa tak kutulis saja tentang sampah dan aroma wanginya sehingga terasa aroma wangi bunga yang dirindukan oleh segenap manusia?

Jakarta, 14 Juli 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: