Tinggalkan komentar

Puisi: Getar Jemari, Hilang Imajinasi, Terasa Mati, Tak Usah Kau Menanti

Bermain kata. Jelajah semesta. Menjadi sang pencipta. Membangun dan merusaknya. Jadikan wajah tanpa cahaya. Atau penuh pesona. Jadikan hidup bagai sorga. Atau neraka. Hitam-putih atau aneka warna. Tergantung mana engkau suka. Ah, sungguh terasa bagai raja. Seolah-olah merdeka. Bisa semena-mena.! Engkaulah empunya kata. Merangkai tiada habisnya.

Sampai satu saat. Rasa tiada taat. Jemari terjerat. Imajinasi sekarat. Dunia terasa kiamat.

Padahal: gairah belum mencapai puncaknya dan masih asyik mencumbu dan dicumbu dengan beragam aroma wangi bunga.

Padahal: tengah dipersiapkan keranda kematian bagi jiwa-jiwa mati yang suka melompat-lompat dari setiap urat dan otot otak dan suka mempermainkan aliran darah menjadi tak lancar

Padahal: ah…..

Yogyakarta, 3 Juli 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: