Tinggalkan komentar

Puisi: Ocehan tak Beraturan yang Teratur Hadir Setiap Hari Memangsa Kesadaran Kita

Kita tetaplah mangsa-mangsa menjadi makhluk buruan para pemburu yang menjaga dan berebut kuasa hingga tahta tak kemana-mana, yang berarti pula penentu arah hidup jutaan jiwa, dengan segenap sumber daya, maha kaya, terasa kita si empunya, tapi tak bisa menikmatinya.

Sebagai mangsa dalam hutan yang bukan sesungguhnya, tanpa rimbun pepohonan dan semak belukar, maka bukan letusan peluru yang menghujam tubuh, membuat tak berdaya atau hilang nyawa, melainkan lewat kata-kata yang berhamburan, sama halnya dengan peluru, dahsyat mengena, membuat terpesona, tak sadar diri tak berdaya, terpenjara, atau lepas nyawa pula, tanpa tahu mana pemburu sesungguhnya.

Kita adalah mangsa yang terlena lantaran telah dibuat surga, seakan semua bisa menikmatinya, padahal sesungguhnya hanya penonton belaka yang bersorak, tepuk riuh, terkurung lapar dan dahaga, tapi bisa terlupa, asyik bermain-main saja, mengikuti irama yang dicipta.

Kita menghujat, berganti sosok, sering tanpa sebab, hanya lantaran terbuai kata-kata yang berhamburan memenuhi segenap ruang, sehingga bila tak turut, terasa terasing dan berada dalam neraka. Pantaslah, para tokoh mudah berganti rupa, lantaran kita adalah mangsa pelupa, bahkan bisa bercumbu mesra dengan para pemburu, yang semakin mabuk, dengan taburan bintang-bintang memabukkan yang merengggut kesadaran kita.

Waspada! Ah, kata yang hilang dalam khasanah para mangsa yang sekarang tengah berpesta di tengah intaian para pemburu yang tertawa-tawa

Yogyakarta, 30 Juni 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: