Tinggalkan komentar

Puisi: Dunia dalam Secangkir Teh dan Butiran Peluru

watak kekuasaan. masih sama saja. penjinakan. kekerasan.gerak kehidupan. dibina. dibinasakan. hidup memang mengalir. jangan bayangkan seperti sungai lagi. Air berlabuh, belum tentu berujung pada laut. ngono yo ngono ning ojo ngono. ngeli yo ngeli ning ojo keli.

kata bijak. jadi hiburan.berlomba berdoa pada dinding-dinding jejaring sosial.status aneka rupa. seloroh. sapa. keluh. maki. gaya hidup. mimpi terhadirkan. realitas menjadi mimpi. berganti kelamin dalam rupa. menjadi diri sendiri atau menjadi sosok obsesi. dunia jungkir balik. tak perlu digugat. menghindar saja atau dinikmati dengan sadar. permainan ini memang bukan main-main.membangun kesadaran mencipta peradaban.

secangkir teh, menikmati hari. pagi. malam. di beranda Indonesia. bersama jutaan jiwa. menikmati cahaya mentari pagi yang merekah. dengan warna mistis, bingkai awan, dan manipulasi angina. teh sumber penyakit, peringatan tak dihirau. sebab biasa. tembakau sebagai obat, malah jadi musuh bersama, saat menjadi kretek asli produk dalam negeri, yang dikebiri, dan menjadi sumber dari segala sumber penyakit yang patut dibinasakan. kopi. memang dirasa belum saatnya bersatu.

para pencari kuasa. bermain dalam ruang secangkir teh, kepulan kretek, dan secangkir kopi. menghembuskan badai kata-kata. menggulung. mata angin yang berpencar. menjadi sayup. menina-bobokan atau membangkitkan gairah nurani purba. Menggagahi perjalanan sang waktu. berputar. tak sampai-sampai. tetap saja sorak membahana. program tertanam dalam kepala.

para pencari kuasa. pada gelap. membasuh butiran-butiran peluru. kembang tujuh rupa. air tujuh sumber. aji-aji. dilesatkan pada malam. membangun bola-bola api. yang pecah pada arah tertuju.

jangan sebut nama-nama. akan percuma. walau media sering latah. menyiram tragedi. membangkitkan tragedi.lantas apa guna belajar sejarah, bila pengulangan-pengulangan selalu menyapa. hanya menjadi berita, dalam hitungan jam kembali basi. begitulah. seterusnya.

lantas? jadilah dirimu sendiri. belajar tiada henti. bukan sombong hati. bukan pula rendah diri. mencipta bara tak padam. walau dunia telah kelam. keyakinan dekaplah di hati. jangan khawatir akan diadili.

mari nikmati secangkir teh, jalani hari-hari. selang-seling dengan kopi. kubur dalam-dalam butiran peluru.gema nyanyian merdeka. menyapa semesta. harus dicipta dan dijaga.

Yogyakarta, 1 Juli 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: