Tinggalkan komentar

Puisi: Menanti Untuk Kembali

Jelang tiga jam menanti
Pengumuman dua kali berganti
Alasan serupa, kita tahu pasti
Tanpa tahu, sesungguhnya yang terjadi

: alasan operasional, itu berulang kali

Tambolaka belum usai berbenah hingga saat ini
Landasan tertidur terhujam sengat matahari
Tanpa satu pun pesawat terparkir di sini
Para penumpang mencari kesibukan sendiri-sendiri

Angin, entah kemana, sengaja bersembunyi
Lihatlah pepohonan dan rerumputan liar pucat pasi
Detak detik terus berlari, membangun kecemasan hati
Baru saja tersiar kabar kecelakaan ”merpati”
Tambolaka-Kupang bukan sore ini, menjadi esok pagi
Ah, kemalangan atau kebahagiaan penumpang tertunda pergi

Aku masih menanti, pemberangkatan menuju Bali
Singgah sejenak, berlanjut pulang: Yogya, aku kembali

Bandara Tambolaka, 10 Juni 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: