Tinggalkan komentar

Jaringan Anti Korupsi (JAK) Mendatangi Kantor PKS DIY

Di depan kantor DPW PKS DIY usai aksi

Di depan kantor DPW PKS DIY usai aksi

Kamis siang (16/5), puluhan aktivis yang tergabung dalam Jaringan Anti Korupsi (JAK) mendatangi Kantor DPW PKS DIY. Aksi yang dipimpin oleh Tri Wahyu K menjalankan aksinya, bergerak dari XT Square menuju gambiran membawa poster dan meneriakkan yel-yel mendukung penyelamatan KPK.

Para peserta aksi yang mewakili berbagai unsur kelompok masyarakat sipil diterima oleh tiga orang pengurus di aula pertemuan. Dialog terlihat berlangsung hangat. “Saya yang diutus untuk menemui kawan-kawan semua,” kata Huda Tri Yudiana, Bendahara Umum DPW PKS DIY.

AKsi di DPW PKS

Secara bergantian para peserta aksi menyampaikan pandangan-pandangannya. Diantaranya oleh Tri Wahyu K (Indonesia Court Monitoring),  Hasrul Halili (Pusat Kajian Antikorupsi UGM), Budi Wahyuni (Peneliti dan aktivis Perempuan),  dan  Benny Susanto (Ketua Forum LSM DIY).

Hampir senada, pandangan yang disampaikan menyayangkan sikap PKS yang selama ini mendengungkan sebagai partai yang bersih, namun saat diketahui ada anggota yang terlibat korupsi, PKS justru melakukan perlawanan keras terhadap KPK. “PKS sebaiknya bersikap istiqomah,” ujar seorang peserta aksi.

Peserta aksi lain menyerukan agar PKS DIY berani membuat terobosan dan berani berbeda di daerah yang istimewa.

Huda Tri Yudiana, menanggapi pandangan yang disampaikan peserta aksi sebagai bentuk teguran untuk mengingatkan. Ia juga menyatakan “Kami di DIY telah melakukan audit terhadap pengurus PKS di DIY untuk memastikan tidak ada penyimpangan,”

Aksi oleh aktivis JAK dipicu oleh sikap dan tindakan dari petinggi PKS terhadap KPK terkait proses penanganan kasus pengadaan Sapi Impor, yang dinilai berupaya mengkriminalisasi KPK.

Pada pernyataan sikapnya, JAK Yogyakarta memandang kisruh ini tidak sehat dan dapat menghambat pengungkapan kasus tersebut. Oleh karenanya, berikut adalah pandangan dan rekomendasi yang ditujukan kepada PKS, KPK, Kepolisian, dan masyarakat luas:

1. Sebagai extra ordinary institution, KPK tidak boleh gentar menghadapi bentuk-bentuk obstruction of justice yang dilakukan baik oleh PKS maupun pihak lain. Dalam konteks penyitaan, penyidik KPK diberikan kewenangan oleh Pasal 47 UU KPK. Jika KPK masih mendapatkan perlawanan, Pasal 21 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU PTPK) bisa digunakan untuk menjerat setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan disidang pengadilan terhadap tersangka atau terdakwa ataupun para saksi dalam perkara korupsi,

2. Pengungkapan kasus korupsi impor sapi adalah golden opportunity bagi KPK. Ini bisa menjadi jalan untuk membongkar kasus korupsi di sektor pertanian. Oleh karena itu, KPK harus tetap fokus mengungkap dugaan korupsi dan pencucian uang yang dilakukan LHI dkk bukan pada isu teknis yang sengaja dibuat-buat untuk mengalihkan perhatian.

3. Dalam memeriksa dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan PKS, Kepolisian harus memperhatikan Surat Edaran Bareskrim Mabes Polri tanggal 7 Maret 2005 No.Pol:B/345/III/2005/Bareskrim perihal Permohonan Perlindungan Saksi/Pelapor, yang menghimbau kepada jajaran kepolisian di berbagai daerah di Indonesia agar mendahulukan penanganan laporan kasus korupsi dan menunda laporan pencemaran nama baik dari pihak-pihak yang merasa dicemarkan namanya dengan adanya laporan sebuah skandal korupsi.

4. Kasus ini menjadi batu uji PKS untuk membuktikan komitmennya dalam pemberantasan korupsi. PKS tidak perlu melakukan obstruction of justice yang jelas melanggar UU dan mengocok opini publik. Jika memang terdapat kekeliruan dalam penyitaan terdapat mekanisme pra peradilan untuk mengujinya. PKS juga perlu berhati-hati, tertib hukum negeri ini mengatur mekanisme pembubaran Parpol jika terbukti melanggar UU.

Aksi diakhiri dengan meneriakkan yel-yel: “Save KPK….. Yes! Kriminalisasi KPK…No!”, dilanjutkan dengan berkumpul di depan kantor DPW PKS DIY dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Yogyakarta, 17 Mei 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: