1 Komentar

Puisi: Perang Tak Berkesudahan

PERANG TAK BERKESUDAHAN

Perang ini,
Sudah ada sejak engkau belum lahir
Juga sebelum orangtuamu ada

Perang ini,
Dulu menggunakan senjata sederhana
Berhadap-hadapan dan saling membunuh

Perang ini,
Semakin canggih saja senjata dipunya
Saling mengintai, jarak jauh dan bermain tombol

Perang ini,
Masih ada hingga sekarang
Berlangsung secara terbuka dan diam-diam

Orang terluka dan mati tetaplah ada
Namanya juga perang
Hanya, para korban belum tentu tahu siapa penyebabnya

Perang ini,
Perang mempertahankan dan memperebutkan kekuasan
Membangun pasukan bukan hanya menciptakan tentara
Melainkan juga pasukan penggerak perubah kesadaran
Strategis tentunya melalui pendidikan

Perang ini,
Bisa jadi teramat aneh
Orang-orang terjajah tapi bersuka cita menyambut penjajahnya
Orang-orang terjajah tapi mulai membuang senjata-senjatanya
Orang-orang terjajah, siap menangkap dan menikmati bola-bola mainan
Lalu berkejaran saling berebutan, sampai perang antar sesamanya

Yogyakarta, 24 April 2013

One comment on “Puisi: Perang Tak Berkesudahan

  1. Penjajahanpun tak bekesudahan
    Bukan polowijo yang diangkut dari bumi ini, itu modus usang
    Tapi komoditas pertanian digelontor dari ngeri sebrang asal ada ‘pemasukan’.
    Mau nandur apa Pak Lek & Bu Lek petani semua hasil tani tak dibeli orang kota
    Rupiah menjadi barang langka di desa
    Orang kota dimanja pinjaman rendah bunga
    Bila kembali resesi ekonomi dunia, bisa jadi kita jual pulau Jawa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: