Tinggalkan komentar

Puisi: Kami Bertanya Padamu

KAMI BERTANYA PADAMU

Kami bertanya padamu
Apa niat terlibat dalam pertarungan perebutan suara
Agar kursi-kursi parlemen dapat terduduki?

Kepentingan pribadi?
Kepentingan partai?
Atau memang untuk mengabdi pada negeri ini?

Kami bertanya padamu,
Senjata apa yang engkau persiapkan
agar tangan tergerak mencontreng wajahmu

dana tanpa batas?
Suara menebar janji?
Atau telinga untuk mendengar aspirasi?

Pesta lima tahunan,
Ketika kami para warga termanjakan
Nama senantiasa digemakan, orang-orang berdatangan
Memberi bantuan dan janji-janji kesejahteraan
Dengan titipan: ”jangan lupa contreng ini”

Kami, warga, pemberi suara
Seringkali bimbang menjatuhkan pilihan
Dukunglah kami membangun pencerahan
Agar tak mudah terkesima kesesatan

Kami warga pemberi suara
Memang sering lupa ingatan
Setelahnya menjadi belingsatan
Saat para wakil berkelakuan syetan

Kami warga pemberi suara
Suara kami katanya suara Tuhan
Jual-beli suara berarti mempermainkan Tuhan

Maka, sebagai orang-orang pintar yang akan terpilih
Bangunlah kecerdasan warga, bukan kebodohohan dipertahankan
Dengan segala tipu daya dan janji-janji palsu yang hilang kemudian

Menjadi pengelola negeri adalah menjadi warga pilihan sang pengabdi
Membangun negeri adalah membangun keadilan dan kesejahteraan bagi semua
Maka, penting tahu, untuk apa engkau ikut dalam pertarungan lima tahunan ini?

Yogyakarta, 24 April 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: