Tinggalkan komentar

Puisi: Dunia Oh Dunia

hidup sekarang tambah enak, sekaligus tambah ruwet,
bisa menjelajah dunia tanpa bergerak, sering lupa terhadap apa yang dipijak,

kendati dinding terlihat kokoh, sesungguhnya bagai kaca belaka
kamera senantiasa menangkap gerak-gerik
lalu cepat tersebar kabar ke seluruh penjuru dunia

tanah terjajah, aspal mengeras, gedung menjulang bangun pesona
sedang orang-orang di dalamnya seperti kesurupan menikmati hidupnya yang tertikam
gemercik air sungai, lumpur sawah, dan belut yang bermain-main, menjadi damba
sedang orang-orang di dalamnya resah hasrat membangun kota

lantas apa dan siapa yang bekerja, ciptakan suka dan duka?

kita sering menangis tatkala melihat orang bahagia
kita sering tertawa tatkala saksikan orang menderita
kehidupan memang seperti sandiwara penuh pura-pura
berganti peran sedemikian rupa hingga siapa diri sebenarnya sudah terlupa

ayo beraksi, kumpulkan sejuta saksi
kepalsuan mengemuka, walau tak se-irama
banyak orang berseru, tak lama menjadi angin lalu

maka, sejarah-sejarah tercatat adalah pengulangan-pengulangan
yang kerapkali sarat dengan berbagai kebodohan

Yogyakarta, 24 April 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: