1 Komentar

Menulis, Percayalah Dirimu Tiada Merugi

Bersyukurlah bahwa engkau dikaruniai kemampuan untuk menuliskan apa yang engkau lihat, rasakan, dan pikirkan. Goresan tulisan bersifat personal, belum tentu tidak berguna bagi para pembaca. Siapa tahu, bisa terinspirasi dari pengalaman pribadimu. Apalagi, bila engkau memberikan kabar, tentang sesuatu yang ada di sekelilingmu, sehingga peristiwa memiliki arti tersendiri. Juga pandangan-pandanganmu yang boleh jadi meresap, menginspirasi, dan menggerakkan orang-orang untuk melakukan perubahan yang lebih baik, setidaknya dalam kehidupan pribadinya, keluarganya, atau lebih luas bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, dan sebagai bagian dari makluk semesta.

Mengada-ada? Tidak juga, dan kurasa engkau pastilah pernah membuktikannya. Komentar yang tertoreh merespon tulisanmu, bisa melalui ruang komentar, atau kiriman pesan melalui sms, email, telpon atau bahkan dinyatakan dalam tatap langsung kepada dirimu, betapapun sederhananya, membuktikan tulisanmu terbaca dan memiliki pengaruh.

Kritik? Itu hal biasa. Rambut boleh sama hitam, isi kepala siapa tahu, bukankah demikian pepatah mengatakan? Jadi, bila ada respon yang tiada sepaham dengan apa yang engkau tuliskan, itu akan memberi pembelajaran yang bagus bagi kita. Betapa perbedaan perasaan dan pikiran, merupakan anugrah yang bisa saling melengkapi dan memacu peningkatan kapasitas kita, apabila direspon secara bijak. Jangan sampai, itu membuatmu terpuruk. Apalagi sampai sakit hati dan berniat untuk mencari kesempatan untuk membalas.

Dialog-dialog atas sesuatu yang berkembang menjadi suatu discus, bukankah berarti memberi pencerahan hati dan piker dalam diri? Jika orang lain membuta, biarkan saja, kita memetik hikmahnya.

Maka, janganlah berhenti menulis, semasih engkau bisa. Melalui niatan yang baik, walau belum tentu menghasilkan sesuatu yang baik, pastilah akan lebih baik dibandingkan niatan buruk yang bisa dipastikan akan membawa pengaruh buruk.

Merugi? Tentulah tidak. Tulisan-mu menggambarkan tentang dirimu sendiri. Sebagai bahan dokumentasi misalnya, kita dapat belajar dan mengikuti perkembangan diri kita sendiri. Apalagi bila sesuatu yang dilandasi dengan tujuan besar. Bukankah demikian?

Ocehan pagi di 17 April 2013

One comment on “Menulis, Percayalah Dirimu Tiada Merugi

  1. Sepakat!!! Mari terus menulis🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: