Tinggalkan komentar

Puisi: Mencatat Sejarah Negeri

MENCATAT SEJARAH NEGERI

Puisi Odi Shalahuddin

kini, di tengah hiruk pikuk ini, masih saja me-raja sepi,perjalanan sejarah tentang sebuah negeri haruskah mengulang berjuta mimpi?

kata, memang bermuncratan, torehkan noda di segenap busana, dipermainkan berjuta cahaya, dengan segala gaya, seakan tercipta sorga-sorga sehingga banyak terlupa, tentang negeri sesungguhnya.

saat dalam diam beratus tahun dengan gejolak hati, terbongkar dan menjadi nyala api, perlawanan sembunyi,  pertarungan terbuka, mencatat kepahlawanan yang gugur di sini, dengan ruang-ruang diplomasi, bergerak tekad penjajahan harus diakhiri

merdeka, tercipta bangsa dan negara, getar bambu runcing menggema, semua pastilah bersuka cita, tentang mimpi dan asa, terbentang jembatan menuju adil-sejahtera, bagi semua, tiada terkecuali para rakyat jelata, sebab ini bangsa dan negara kita

sialnya pada perubahan kuasa, alam tergadaikan oleh para cecunguk asing, yang mungkin tak pernah ambil pusing, kecuali kekayaannya terus berputar bagai gasing. Pada merekalah bisa kita sebut sebagai kawanan para maling.

mesin-mesin berputar tiada henti, mengebor tambang-tambang, merobohkan rimbun hutan, menguras samudra raya, dan melobangi gunung-gunung. Kekayaan negeri ini, terangkut ke negeri sebrang, bila ingin kita nikmati, maka kita harus membelinya!

inilah negeri teramat kaya raya, sedang semua tahu, hingga kini pun masih banyak mendekap derita. gedung menjulang, apartemen dan perkantoran, jalan melebar, dengan hilir-mudik jutaan kendaraan, di tengah orang-orang di bantaran kali selalu cemas air meninggi.

segenap transaksi, dari program pembangunan pelosok negeri, selalu saja terjarah pada tangan-tangan kuasa, seperti belalang tak pernah kenyang memamah daun-daun. Pesta pora tak berkesudahan, yang ditonton jutaan orang gigit jari.

kekuasaan memang menggiurkan. terjatuh adalah wabah menakutkan. maka membasmi musuh adalah dengan merangkul dan menghempaskannya ke jurang nista. tentu ada berbagai cara. memfasilitasi ruang iblis manusia untuk berjaya.

lantas? mengelola negara hanyalah main-main seperti petak umpet, menjitak dan sembunyi, lalu topeng-topeng singa dipajang di sepanjang simpang jalan. atau, ah, dengan memberikan mainan pula bagi kebanyakan untuk berkubang dalam klenik memainkan angka-angka, menebak, berpesta atau terpenjara!

dunia bergerak. kontrak sosial dipertanyakan dan diperjuangkan. jiwa-jiwa muda lepas hasrat gemakan merdeka. satu per satu gugur. ribuan tumbuh meriuh. letusan senjata menjadi penyemangat dan memberi makna tentang pengorbanan. tumbang pula akhirnya.

demokrasi. multi partai. pemilu langsung. transparansi. pemerintahan bersih. ham. tentara masuk barak. terbuka sepertinya, terbuka pula derasnya asing pembentuk koloni-koloni. kembali lagi, dengan sosok dan watak berbeda. jatuhkan kemuakan dengan senyuman, beri dongengan agar terlena dan merasa seperti di surga.

pejabat jadi penjahat. penjahat jadi pejabat. aparat jadi keparat.keparat jadi aparat. dunia jungkir-balik. orang-orang disibukkan kepentingannya sendiri membayar kredit.

semua ada. siapa menyangkal? semua bisa bicara. tiada peduli ikut-ikutan. semua sekarang adalah raja. dengan kekuasaan dan ketakutannya masing-masing.

lantas? hidup adalah perjuangan. tiada pernah selesai. hidup akan selalu hadir bersamaan dengan berbagai persoalan. jadi. jalani saja, dalam perjuangan yang engkau yakini. perubahan bukan dinanti.

Yogyakarta, 18 April 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: