1 Komentar

Selamat Memperingati Hari Pekerja Rumah Tangga (PRT)

HL Kompasiana

Catatan:

Tulisan ini pernah diposting di kompasiana, dan diposting di sini sebagai dokumentasi (osh).

Tiada pernah lelah, perjuangan masih terus berlanjut. Walau tembok-tembok kokoh selalu menghadang, dan badai mempermainkan, ada keteguhan dan keyakinan bahwa harus tercipta perlindungan terhadap pekerja rumah tangga.

Tampaknya tidak berlebihan bila itu disampaikan kepada Jaringan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (JPPRT). Sejak tahun 2007, saat dicanangkan 15 Pebruari sebagai Hari PRT, JPPRT aktif melakukan serangkaian kegiatan untuk memperingatinya.

Penetapan tanggal hari PRT dilatarbelakangi oleh kasus penganiayaan hingga korban meninggal dunia oleh seorang majikan kepada para PRTnya. Satu korban, yakni Sunarsih, meninggal dunia.

Aksi PRT_1

Peringatan untuk mengetuk hati para pengguna jasa PRT dan masyarakat secara luas untuk memberikan penghargaan kepada PRT sebagai manusia yang memiliki harkat dan martabat.

Tentu tidak lupa, menyampaikan aspirasi dan membuat tuntutan kepada para pengelola negara untuk memberikan perhatian dan perlindungan melalui pengesahan Rancangan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.

Setelah melakukan diskusi publik yang berlangsung pada tanggal 13 Pebruari di sekretariat PKBI DIY, pada pagi tadi (15/2), puluhan aktivis perempuan JPPRT turun ke jalan melakukan aksi simpatik.

12 wajan atau tempat penggorengan, di belakangnya tertulis huruf-huruf, yang terangkai menjadi kata: Sahkan RUU PRT, dan sepuluh tampah berisi pesan atau tepatnya tuntutan.

Aksi Hari PRT 2013

Tuntutan-tuntutan yang tertulis diantaranya: PRT = Pekerja; Stop kekerasan PRT; Hari Libur Mingguan; Upah dan Kerja Layak; Hak Berorganisasi; dan Hapus PRT Anak.

Menggunakan sisi barat dan timur di traffick light depan Monumen SO dan Gedung Agung Yogyakarta, atau lebih dikenal dengan sebutan wilayah Titik Nol Yogyakarta, mereka memampangkan tulisan yang dibawa kepada para pengguna jalan.

Tidak ada kemacetan, para aktivis ini bergerak ke tengah jalan saat lampu menyala merah. Saat menjelang hijau, mereka kembali ke sisi. Koordinator lapangan, aktif memberikan instruksi sehingga aksi berjalan lancar.

Aksi yang berlangsung sekitar satu jam setengah ini, menyuarakan kepentingan-kepentingan PRT, yang disuarakan oleh empat orang orator, yakni: Sayuti, Asri, Yu Jum dan Tri Wahyu K.

”Berbagai upaya telah dilakukan oleh PRT dan gerakan pekerja maupun NGO yang mendukung perbaikan nasib PRT. Salah satunya adalah mendesak adanya UU PRT. Karena hanya jika ada landasan hukumlah maka perlindungan dan pemenuhan hak PRT akan dapat terwujud,” demikian petikan dari pernyataan JPPRT yang dibagikan.

Aksi Hari PRT 2013 2

Pada tahun 2010, RUU PRT sudah digodok oleh JALA PRT, dan masuk ke dalam prolegnas. Namun pembahasan tidak berlanjut. Pada tahun 2011, RUU PRT kembali masuk ke Prolegnas, namun juga tidak jadi disahkan. Masih terjadi perdebatan atas kepentingan dan kandungan dari RUU PRT ini.

Jaringan yang bekerja untuk kepentingan PRT, menyampaikan delapan tuntutan yang perlu diatur dalam Undang-undang Perlindungan PRT, yakni:

    1. Pengakuan PRT sebagai pekerja
    2. Kategori kerja yang terkait dengan beban, waktu kerja dan kategori pekerjaan
    3. Syarat dan kondisi kerja, dalam hal ini menyangkut perjanjian kerja, upah, THR, waktu kerja, waktu istirahat, cuti, jaminan sosial dan sebagainya.
    4. Penyelesaian perselisihan, harus diatur mekanisme sehingga perlu merevisi Undang-undang Perselisihan Hubungan Industrial agar memasukkan mekanisme penyelesaian hubungan kerja PRT
    5. Serikat buruh/pekerja bagi PRT
    6. Pengawasan terhadap hubungan kerja PRT dan Pengguna Jasa
    7. Informasi kerja
    8. Penyedia jasa informasi, untuk menghindari praktik trafficking dan outsourching yang menindas, dan menghapuskan penyedia jasa yang melakukan perekrutan dan penempatan.

Pada tahun 2013, merupakan tantangan bagi PRT dan para aktivis pemerhatinya untuk mengawal agar RUU Perlindungan PRT bisa disahkan oleh DPR RI. Perjuangan yang tidak boleh berhenti.

Aksi ini kemudian ditutup dengan lagu ”Darah Juang”, dan massa membubarkan diri secara tertib.

Yogyakarta, 15 Pebruari 2013

One comment on “Selamat Memperingati Hari Pekerja Rumah Tangga (PRT)

  1. Semoga nasib PRT lebih baik lagi setelah diperjuangkan. Memang selama ini memang level pekerja PRT di negara kita seperti lebih rendah dari pekerja lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: