Tinggalkan komentar

Saat Aku Mengingkari Ketidak-sendirian

Saat ini aku sendiri.
Benar-benar sendiri.
Ya, itu kukatakan kepadamu.
Tapi…?

Ya, tapi…. akhirnya aku menjadi ragu sendiri. Benarkah aku sendiri? Bukankah samar-samar terdengar beragam suara orang dalam berbagai kegiatannya yang merangsang dirimu untuk tidak menjadi dirimu atau membangun kisah-kisah yang sulit untuk diterima logika, namun banyak orang menikmatinya?

Pada ruang ini saja. Beragam benda sesungguhnya menemani. Laptop tua di hadapan kendati berjalan lambat, membuka dunia. Asap rokok yang bermain-main, dengan debunya yang mulai berceceran. Secangkir kopi yang telah mendingin dengan sisa ampas yang lekat, dan ah, ada makhluk hidup nyata yang turut bersama diriku: nyamuk-nyamuk. Dengan nakalnya, selalu mencuri kesempatan untuk mencuci darah.

Lantas mengapa aku harus menyatakan tengah sendiri? Kebohongan, sengaja atau tanpa sengaja dari suatu pikiran yang mengedepankan ego mengabaikan lainnya. Suatu rasa yang dipermainkan dari ketidakberdayaan menghadapi berbagai ruang yang disinggahi, sehingga mencoba keluar dan berkeluh kesah.

Ah…. Mengapa pula kutuliskan ini? Diposting lagi. arggggggggggghhhh….

Semarang-Yogya, 27 Januari 2013 & 22 Pebruari 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: