Tinggalkan komentar

Pagi, Terbuka Mata, Saat Cahaya Matahari Beranjak Meraja

PAGI, TERBUKA MATA, SAAT CAHAYA MATAHARI BERANJAK MERAJA

kendati tiada mimpi singgah semalam iringi perjalanan lelap saat diri berebah tanpa peduli dengan detak detik waktu, penghentian sejenak yang mampu segarkan jiwa raga, dan kini, mata terbuka, tatkala cahaya menyelusup lewat kisi jendela, menghantam ke muka, memang harus segera terjaga.

layar-layar pada televisi dan layar komputer yang masih terbuka, hadirkan dunia, pada ruang ini, penuh seringai menyapa:

ada bom dekat jakarta; para koruptor masih berkuasa; kampanye hitam pilkada; sulit terterka mana penguasa dan pengusaha; sama halnya pejabat dan penjahat; semua bisa saling bertukar muka;

anak-anak masih berlari-lari di sepanjang jalan kota, ketika kampung tiada ruang bermain dan setiap jengkal berarti angka-angka; wajar suara jeritan ketika gratis tidak otomatis pelayanan manis;

pada ruang berwarna yang hitam-putih, batas terasa tipis, atas ucapan dan tindakan yang kerap berganti peran: beruntung kita adalah orang-orang yang kerap lupa, sehingga bauran antara maya dan fakta, bisa serupa dirasa,  dan kita terjebak menikmatinya, menjadikan mimpi-mimpi dunia.

lapar dan dahaga yang nyata, di hadapan mata bergantian suasana pesta, itupun masih buat kita tertawa, lantaran gosip selebritis selalu dikupas habis.

ah, sudah tak pagi lagi. telah siang. sama saja!

Yogyakarta, 9 September 2012
(Odi Shalahuddin)

Sumber gambar dari SINI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: