Tinggalkan komentar

Menari Bayang, Membelah Malam, Engkau Terpejam

MENARI BAYANG, MEMBELAH MALAM, ENGKAU TERPEJAM

lintasan, menari-nari, pada malam, tanpa bulan dan bintang
kamar yang menggigil, cat dinding mengelupas, lampu membisu
engkau, terpejam, dalam telentang tak sempurna
memainkan angan, menciptakan beragam sorga
namun ragu, bahkan takut, pun tuk mengetuknya
ayo, pagi segera tiba,

9 September 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: