Tinggalkan komentar

Anak Jalanan Berburu Ruang?

Celoteh Malam

Setengah tiga pagi. Mata belum mengantuk. Ketika di kepala bertanya tentang malam, berkelebatan beragam pengalaman. Silih berganti, bagaikan potongan-potongan film dalam iklan. Lalu pada akhirnya tertuju pada kenangan, tentang malam-malam bersama anak jalanan.

Pada masa sekarang, tampaknya tidak banyak lagi anak-anak jalanan yang hidup di jalanan. Tidak seperti pada masa-masa awal keberadaannya. Setidaknya hingga akhir tahun 1990-an. Kita bisa dengan mudah menjumpai berbagai ruang publik, yang digunakan sebagai tempat peristirahan. Hidup beratap langit beralas bumi, tampaknya memang terjalani.

Ya, pada masa-masa itu, anak-anak jalanan adalah anak-anak yang dengan berbagai alasan, keluar dari rumah, meninggalkan lingkungannya, memasuki kota-kota, tanpa sanak saudara, atau bilapun ada tak terpikirkan untuk menjumpai, bahkan bisa jadi sesuatu yang harus dihindari.

Anak-anak itu, memasuki dunia baru. Dunia yang sungguh tidak layak bagi anak-anak. Dunia yang keras. Dibayang-bayangi berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi. Bagaikan menjelajahi hutan beton, berlaku hukum rimba. Siapa kuat, dia akan jadi pemenangnya. Belum…

Lihat pos aslinya 383 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: