Tinggalkan komentar

Malam Menyusuri Jalan-jalan Semarang

Celoteh Malam

Selepas pertemuan dengan kawan-kawan di Yayasan Setara pada Kamis lalu (7/6),  malamnya dilanjutkan berkeliling ke beberapa tempat. Wak Yok, yang semula mengajak, justru tidak bisa dihubungi di kedua nomor Hapenya. Sama sekali tidak ada keterangan darinya, pun hingga esok juga hingga kini. Atau karena beberapa hari sakit, kondisi tubuhnya belum pulih benar sehingga tidak memungkinkan dia keluar malam? Entahlah.

Aku, Fuad, Ika dan Hening, berangkat dari kantor Yayasan Setara sekitar pukul 09.30, setelah mengontak Yuli “BDN” agar bisa bertemu di shelter pusat warung makanan di depan E-plaza. Perut lapar, jadi memang harus diisi dulu.

Simpang Lima memang telah berubah. Lapangan Pancasila tertata rapi, dengan rimbun pepohonan di pinggirannya. Lampu-lampu gemerlap. Tidak ada lagi warung teh poci yang sempat menjamur di seputaran lapangan terutama di bagian Barat dan Timur dan sepanjang jalan Pandanaran. Sebagian kecil, bercampur dengan warung-warung nasi di bagian Selatan dan Timur.

Warung teh poci, menjadi fenomenal, lantaran lekat…

Lihat pos aslinya 751 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: